Petani Melon di Lampung Siap Panen Jelang Ramadhan

Petani Melon di Lampung
CENDANANEWS(Lampung) – Beberapa petani buah Melon di Desa Klaten Kecamatan Penengahan Lampung Selatan Provinsi Lampung mulai melakukan persiapan pemanenan melon di lahan milik mereka. Persiapan pemanenan buah melon tersebut akibat permintaan akan buah melon sebagai buah segar yang diminati oleh masyarakat.
Salah satu petani melon di Desa Klaten Kecamatan Penengahan, Ponidjan (40) mengaku menanam buah melon yang kini berumur sekitar 50 hari. Tanaman melon miliknya tersebut diakuinya akan dipanen dalam waktu sekitar 10 hari ke depan sambil menunggu pembeli yang akan membeli melon miliknya sebab usia panen tanaman melon rata rata saat melon berusia 60 hari.
“Sekarang sudah dalam tahap penyortiran buah yang akan dipanen sambil mencari pembeli, harapannya buah melon yang akan dipanen memiliki bobot yang bagus,” ungkap Ponidjan saat ditemui di kebun miliknya, Jumat (29/5/2015).
Meskipun panen dalam waktu sekitar 10 hari ke depan Ponidjan mengaku masih berharap beberapa tanaman melon miliknya masih bisa panen saat bulan Ramadhan. Ponidjan mengaku di lahan miliknya sekitar 0,8 hektar ditanami melon dengan jumlah mencapai 3.500 batang. Tanaman melon tersebut sebagian nesar sudah cukup tua sementara sebagian lagi masih muda dan belum siap dipanen.
“Idealnya saya menanam melon dengan hitungan panen tepat saat bulan Ramadhan tiba saat permintaan buah melon tinggi, tapi rejekinya panen sebelum Ramadhan tetap disyukuri,” ungkap Ponidjan.
Penanaman komoditas pertanian buah segar jenis melon tersebut dilakoni oleh Ponidjan setelah dirinya menanam cabai merah. Bermodalkan uang sekitar Rp6 juta Ponidjan mengaku berharap bisa menghasilkan melon sebanyak 5 ton sehingga bisa menutupi biaya biaya yang telah dikeluarkan. Modal sebesar itu dipergunakan untuk proses pengolahan lahan hingga pasca panen.
Ponidjan bahkan mengaku menanam buah berbentuk bukat itu daripada menanam padi yang merupakan tanaman rotasi paska menanam tanaman cabai. Lahan yang awalnya sawah miliknya tersebut baru pertama kali ditanami melon setelah melihat rekan petani lainnya yang sukses menanam melon setelah menanam cabai yakni Bambang.
Menurut Ponidjan, meskipun belum siap dipanen, sudah ada tengkulak yang berminat membeli. Tetapi belum ada kesepakatan harga.
“Kalau sekarang harga melon di pasaran setiap kilo harganya Rp8 ribu. Targetnya setiap buah minimal beratnya harus 1,5 kilogram, kalau tidak mau rugi,” jelasnya.
Ditambahkan oleh laki laki yang menekuni usaha pertanian ini perawatan melon memang agak sulit, pasalnya selain setiap hari harus ke sawah untuk mengecek tanaman dan memupuknya setiap lima hari sekali belum lagi harus rajin menjaga tanaman melon miliknya agar tak dicuri oleh hewan pemakan buah saat malam hari.
“Belum lagi kalau sudah berbuah, buahnya harus digantung karena dikhawatirkan akan membusuk kalau tidak digantung,” terangnya.
Tanaman Rotasi Paska Menanam Cabai
Sementara itu petani lain yang sudah melakukan panen buah melon di lahan pertanian milik mereka yakni Eri (34) dan Bambang (39). Kedua petani buah melon tersebut mengaku sudah mulai memanen melon hijau sejak dua hari lalu. Bahkan setelah panen pembeli dalam partai besar sudah memesan untuk dijual kembali di wilayah kota Bandarlampung.
Menurut Bambang, harga perkilogram buah Melon yang dipanennya ditingkat petani masih mencapai Rp3.500,- hingga Rp4.000,- perkilogram untuk kualitas biasa sementara untuk kualitas bagus mencapai Rp5.000,- hingga Rp8.000,- perkilogram dan kemungkinan akan naik menjelang bulan Ramadhan.
Buah melon yang dipanen oleh Bambang dan Eri diakuinya lebih sedikit dibanding yang akan dipanen oleh Ponidjan sebab Bambang dan Eri hanya menanam sekitar 0,5 hektar.
“Kami menanam melon sebetulnya untuk tanaman sela paska menanam tanaman cabai sebab kami ini sebetulnya adalah petani cabai,” ungkap Bambang.
Bambang mengungkapkan, beberapa petani di Desa Klaten mendapat pembinaan dari lembaga keuangan mikro yang memberikan modal serta fasilitas untuk menanam cabai. Kelompok tersebut membentuk cluster cluster tanaman cabai yang sudah melakukan panen sekitar beberapa bulan sebelum menggantinya dengan tanaman melon.
Bambang dan Eri mengaku dengan mengganti sementara waktu tanaman di lahan mereka, petani bisa mendapatkan hasil yang lebih menjanjikan. Apalagi penanaman melon yang dilakukan oleh para petani merupakan “masa istirahat” dari menanam cabai yang merupakan tanaman pokok yang mereka tekuni.
Secara teoritis, Bambang mengungkapkan tanaman sela setelah penanaman cabai yang cocok diantaranya tanaman sayuran, tanaman melon, tanaman timun, timun suri. Melihat peluang menjelang bulan Ramadhan, permintaan akan buah segar lebih menjanjikan Bambang dan Eri memilih menanam Melon.
“Kami menanam komoditas pertanian berdasarkan prediksi permintaan, jelang Ramadhan dan selama Ramadhan kan permintaan buah yang segar segar banyak sehingga pilihan menanam melon sangat tepat,” ungkap Bambang.
Bambang mengaku permintaan pasar lokal terhadap buah Melon masih cukup besar sehingga sekitar 2 ton buah melon yang dimilikinya rata rata dijual di pasar lokal di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Timur hingga ke kota Bandarlampung.
Sementara itu salah satu pembeli, Andi (34) mengaku besarnya permintaan akan buah melon di provinsi Lampung menjadi peluang bagi petani penanam melon. Andi mengaku selam ini sebagai distributor, pembeli buah melon bahkan masih mendatangkan buah melon dari Pulau Jawa dengan varietas berbeda.
“Melon kan memiliki beberapa jenis, ada yang warnanya hijau, ada yang kuning, kita distribusikan sesuai selera pasar,” ungkap Andi.
Dalam sebulan Andi mengaku melakukan penjualan secara langsung ke beberapa pasar mencapai puluhan ton buah melon. Sementara pasokan dari luar Sumatera masih tetap dilakukan. Buah melon yang dipanen oleh petani lokal wilayah Provinsi Lampung diakui Andi yang cukup manis berasal dari lahan pertanian di Desa Klaten Kecematan Penengahan.
“Kita kan sering menjual buah melon dan konsumen mengakui tingkat kemanisan buah melon dari Lampung Selatan cukup bagus sehingga saya ambil banyak dari sini,”ungkap Andi.
Andi mengaku mengapresiasi petani petani di Lampung Selatan yang merupakan petani cabai merah dan berani membudidayakan tanaman melon sebagai tanaman sela yang mampu meberi omzet tambahan bagi para petani.
Buah melon yang berasal dari Lampung Selatan diakui oleh Andi sebagian besar menjadi buah yang diminati di pasar pasar swalayan berdasarkan ukurannya. Namun permintaan non pasar swalayan tetap masih besar sehingga peluang penanaman buah melon masih cukup tinggi untuk dikembangkan di Lampung.

——————————————————-
Jumat, 29 Mei 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...