Petani Pepaya Lokal Pertahankan Lahan Ditengah Gencarnya Pembangunan

Lahan kebun ditengah perkantoran
CENDANANEWS (Denpasar) – Meski Kawasan Jalan Tantular Barat Renon daerah perkantoran, namun masih terdapat lahan tersisa milik Petani Pepaya Lokal Bali yang terus bertahan ditengah derap langkah pembangunan Kota Denpasar.
Made Dangin, Pemilik sekaligus pengelola Tanaman Pepaya sehari-harinya harus berjibaku dengan kekurangan air untuk kepentingan pertumbuhan buah Pepaya tanamannya. Kali di tengah-tengah jalan Tantular Barat tampak sudah tidak memadai untuk dijadikan sandaran pengairan petani dikarenakan pendangkalan serta penuh sampah.
“biasanya saya dalam 1 bulan sudah bisa panen, tapi sekarang pepaya saya agak lambat pertumbuhannya, padahal jika perawatannya bagus maka daging dalam pepaya milik saya bisa tebal dan berwarna merah,” ungkap Made Dangin saat di temui CND di lokasi kebun pepaya miliknya.
Pupuk kompos hasil racikan sendiri merupakan andalan Made Dangin untuk menyuburkan Pepaya Lokal Bali Miliknya berupa campuran kotoran sapi, Kotoran Ayam, dan tanah gembur.
Harapan Made Dangin sebagai petani Pepaya Lokal, kedepannya tanah garapannya bisa berkembang serta mendapat perhatian dari instansi terkait, terutama masalah pengairan. Karena walau bagaimanapun sebelum pembangunan berlangsung di Renon, ia dan tanah garapannya sudah lebih dulu ada. 
Untuk sekarang ini, Pepaya hasil panen milik Made Dangin biasa ia pasarkan ke pasar-pasar tradisional di Denpasar, atau ia konsinyasikan kepada pedagang pepaya eceran di sepanjang jalan Renon, Denpasar.

——————————————————-
Sabtu, 23 Mei 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...