REI Balikpapan Sebutkan Anggotanya Tidak Terlibat Proyek Kavling

kepengurusan REI Balikpapan
CENDANANEWS (Balikpapan) – Komisariat REI memastikan penjualan kavling yang tengah booming bukan proyek anggotanya, terkait adanya dua pengembang yang melakukan proyek kavling dan dihentikan oleh pemerintah karena memasuki kawasan hutan lindung serta tidak mengantongi izin dari pemerintah. 
REI berkonsentrasi pada pengembangan perumahan dan apabila ada pengembang nakal atau tidak mengikuti aturan pemerintah. Organisasi Rei ini akan mencari solusi bagi pengembang tersebut dengan memperbaiki izinnya dan sejauh ini belum ada pengembang Rei tidak memiliki izin sebelum membangun perumahan. 
“Tidak ada pengembang yang membangun tanpa mengantongi izin. Pastinya kami ikuti aturan pemerintah. Bahkan jika ada pengembang yang membelot maka sertifikat Rei tidak akan dikeluarkan pada pengembang tersebut, namun sejauh ini belum ada,” kata Ketua Real Estate Indonesia Cabang Balikpapan Edi Djuwedi, Senin (11/5/2015). 
Asosiasi pun menghimbau pemerintah bergerak cepat menindak tegas dan menertibkan maraknya penjualan kavling. Kalau dibiarkan berlarut tata ruang kota akan terganggu. “Harus diperketat penataan ruang dan izin site plannya, apalagi pemkot seingat saya sudah punya aturan minimal 2 ribu meter harus ada izin site plan,” sambung Jacob yang menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi. 
Ia mencontohkan, setiap pengembang memenuhi segala aspek izin baru kemudian mendirikan bangunan. Meliputi izin prinsip, UKL-UPL, site plan dan IMB. “Kalau perusahaan kavlingan sampai site plan aja makanya harus diperketat. Kalau pun mau tetap jualan dibolehkan tapi ada batasan, tidak banyak seperti ini, begitu laku ditinggal pergi kemudian konsumen membangun seenaknya, beda dengan pengembang, rapi ada fasumnya,” imbuhnya.
————————————————-
Minggu, 10 Mei 2015
Jurnalis : Ferry cahyanti
Foto     : Ferry cahyanti
Editor   : ME. Bijo Dirajo
————————————————-
Lihat juga...