Rendang Lokan Khas Masyarakat Carocok Anau Pesisir Selatan

CENDANANEWS (Pesisir Selatan) – Masyarakat Minangkabau identik dengan makanan khasnya Rendang. Sudah jadi label tersendiri, bahwa orang Minang selalu pandai bikin rendang daging. Namun tidak semua masyarakat di daerah Sumatera Barat (Sumbar) yang memasak rendang dengan daging.
Masyarakat nagari Carocok Anau, Kecamatan Tarusan Pesisir Selatan (Pessel) contohnya. Di nagari ini, meski sapi dan kerbau berkeliaran bebas di pemukiman warga. Ternyata tidak menghilangkan ciri kahs sebagai masyarakat pesisir pantai. Mereka tidak memasak rendang dengan daging. Tapi dengan lokan.
Lokan, atau dalam bahasa latinnya Polymesoda expansa hampir sejenis dengan tiram atau hewan dwicangkerang (Kerang-kerangan) yang banyak terdapat di pinggir laut. Dan daging lokan inilah yang dijadikan oleh masyarakat Pessel sebagai rendang.
Susan (35) salah seorang masyarakat Carocok Anau yang ditemui cendanananews mengatakan, perlu keterampilan khusus dalam mengolah rendang lokan. Meski bahan dan cara membuatnya sama dengan rendang daging, namun perlu pengalam dalam membuat rendang lokan.
“Kalau tidak pandai, bisa-bisa rendang lokannya pahit atau busuk,” jelas susan pada cendananews Rabu (6/5/2015).
Seperti dijelaskan Susan, berikut proses memasak rendang lokan dan bahan-bahannya : 1 kg lokan yang telah dipisah dengan cangkangnya, 3 butir kelapa yang telah dijadikan santan kental. Menurut susan, kelapanya memang harus diparut dan diperas dengan tangan, dianjurkan untuk tidak membeli di pasaran.
“Kalau ingin hasil terbaik, memang harus diperas sendiri santannya agar kuahnya benar-benar meresap ke lokan. Jika tidak begitu, lokannya bisa terasa anyir atau pahit,” lanjut Susan.
Lalu bahan-bahan untuk bumbunya : 3 lembar daun salam, 2 batang serai, 4 lembar daun jeruk nipis, 2 Sdm (sendok makan) kelapa yang parut atau bekas dari perasan santan tadi. Kelapa parut tersebut digiling lalu di rendang (dimasak tanpa minyak dan air) hingga mengeluarkan minyak, dan cabai giling sesuai dengan selera mau pedaa atau manis. Lalu tambahkan bawang merah dan bawang putih giling.
“Semakin banyak bawang putihnya, semakin tahan lama rendangnya, tapi ingat perbangingan bawang putih dengan bawang merah 1:1,5 jadi kalau bawang putihnya ½ kg, maka bawang merahnya ¼ kg,” lanjutnya.
Menurut susan, agar rasa bumbunya meresap ke lokan, maka saat memasak bumbu langsung disertakan lokan kedalamnya. Saat  semua bumbu dan daun bercampur dengan lokan, biarkan hingga bumbu tersebut mendidih hingga sedikit mengering. Setelah air bumbu dan lokan mengering, barulah  masukan santan, dan kembali diaduk sampai mendidih.
Agar rendang lokan tidak gampang membusuk dan anyir kembali, maka masikkan asam kandis 2 hingga 3 biji. Namun jangan memakai daun kunyit kedalam rendang, tapi pakailah kunyit yang telah ditumbuk halus sepotong halus.
“Masukkan bumbu dan lokan secara bersamaan, lalu biarkan sampai mendidih, setelah mendidih biarkan dinginkan selama setengah hingga satu jam. Lalu kembali masak tapi jangan sampai dengan api yang besar, cukup dengan api yang kecil dan biarkan selama lima sampai enam jam. Lebih baik memasaknya pakai bara api saja, seperti bara tempurung kelapa. Sembari menunggu masak, agar tidak lengket aduklah sesekali,” jelas Susan.
————————————————-
Minggu, 10 Mei 2015
Jurnalis : Muslim Abdul Rahmad
Foto     : Istimewa
Editor   : ME. Bijo Dirajo
————————————————-
Lihat juga...