Sampah Menumpuk Di Jalinsum Diduga Buangan Dari Kota

Sebuak Truk Melewati Tumpukan Sampah di Jalan Lintas Sumatera
CENDANANEWS (Lampung) – Wilayah Kecamatan Bakauheni sebagai pintu gerbang Sumatera baik yang akan memasuki wilayah Pulau Sumatera maupun yang akan menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni menjadi sangat penting untuk perlintasan. Namun lokasi strategis tersebut dirusak oleh pemandangan tumpukan sampah di tepi Jalan tepatnya di Desa Hatta Kecamatan Bakauheni.
Sampah berbagai jenis tersebut sebagian besar didominasi oleh sampah plastik, kaca maupun sampah sampah non organik yang teronggok di pinggir jalan nasional tepatnya di turunan Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni. Pemandangan tersebut menurut salah seorang warga Desa Hatta, Jumadi (34) sudah terjadi berbulan bulan.
Ia bahkan mengungkapkan sampah sampah tersebut diduga bukan merupakan sampah milik warga sekitar Desa Hatta terutama dilihat dari jenis jenis sampah yang ada di tepi jalan lintas Sumatera tersebut. Apalagi sampah yang berada di lokasi tersebut dibuang dalam karung karung dan kantong plastik beukuran besar.
“Sampah warga lokal sini umumnya sampah rumah tangga berupa plastik bungkus makanan dari pasar, daun atau sampah kertas, tapi ini sampahnya lebih modern,” ungkap Jumadi yang setiap hari melintas di lokasi sampah tersebut berada saat menuturkan kepada Media ini Rabu (6/5/2015).
Ia bahkan mengungkapkan beberapa jenis sampah yang ada bahkan diantaranya bekas lampu neon berjenis kaca, stryfoam, plastik plastik makanan. Ia menduga sampah sampah tersebut jenis sampah perkotaan yang sengaja dibuang oleh orang tak bertanggungjawab pada malam hari.
“Terkadang oleh pemilik kebun di sekitar sini dibakar habis tapi lama kelamaan tetap ada saja yang membuang sampah di sekitar sini entah kapan membuangnya,” ujarnya lagi.
Dari pantauan media ini, sampah serupa tak hanya terjadi di Jalinsum Bakauheni tetapi terjadi di pinggir Jalinsum tepatnya di Desa Kekiling Penengahan, Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan yang penuh dengan sampah akibat warga membuang di pinggir sungai. Bahkan sampah di Desa Pasuruan dibuang oleh warga di sekitar jembatan.
Sementara itu Kepala Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Lampung Selatan, P Marpaung saat dikonfirmasi mengungkapkan pihaknya belum mengetahui adanya sampah sampah tersebut.
“Belum ada laporan dan itu menjadi tanggungjawab desa, kecamatan untuk membersihkannya tapi nanti akan kita minta petugas kebersihan mengecek ke lokasi,” ungkapnya singkat.

Keadaan sampah yang menumpuk justru berada di pinggir Jalan Lintas Sumatera tersebut dikeluhkan juga oleh salah seorang mahasiswa perguruan tinggi di Lampung Selatan, Adiyana, ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap instansi terkait.
“Setidaknya pihak dinas kebersihan memberikan teguran kepada camat, kepala desa setempat, harusnya malu karena sampah itu tepat di pinggir jalan kabupaten Serambi Sumatera ini,”ujar Adiyana.
Ia berharap kebersihan atau tumpukan sampah tidak hanya disingkirkan pada saat akan ada lomba lomba kebersihan namun tetap diperhatikan selain untuk mendukung faktor keindahan juga menjaga kesehatan masyarakat di sekitar sampah tersebut dibuang.
“Kita tidak tahu jika sampah sampah dari kota yang dibuang ke daerah kita menjadi sumber penyebaran penyakit, maka harus segera dimusnahkan secepatnya,”tutupnya.
————————————————-
Rabu, 6 Mei 2015
Jurnalis : Henk Widi
Fotografi : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo
————————————————-
Lihat juga...