Satpol PP Kulon Progo Tertipkan PKL di Alun-Alun Wates

Satpol PP Kulon Progo tertibkan tenda PKL
CENDANANEWS (Kulon Progo) – Dalam rangka mewujudkan Kota Wates dan sekitarnya yang indah, tertib, bersih dan sehat, Satpol PP Kulon progo melakukan penertiban kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di seputaran alun-alun di malam hari. Penertiban tersebut mengacu kepada Perda No 4 tahun 2013 tentang Ketertiban Umum dan Perda Nomor 5 tahun 2013 Penataan dan Pemberdayaan PKL.
“Keberadaan PKL Sebenarnya tidak dilarang. Namun para PKL wajib berdagang di tempat yang telah ditentukan. Di sisi lain keberadaan PKL secara nyata memang telah mengangkat perekonomian masyarakat kecil ” ujar Kasatpol PP Kulon Progo Duana Heru dalam siaran persnya yang diterima cendananews, Rabu (6/5/2015).
Disebutkan, menjamur nya PKL di Kota Wates, terutama seputaran alun-alun di malam hari, sebenarnya memang menjadikan kota wates ini lebih meriah dan hidup.
“Namun selama ini keberadaan mereka juga dikeluhkan oleh sejumlah pihak yang menilai mereka tidak mentaati kesepakatan tentang jam buka maupun aspek K3 lingkungan,” Tambah Heru.
Disebutkan, sebelum penertiban, PKL sudah dihimbau selama dua hari berturut-turut dengan menggunakan pengeras suara mobil Patroli Satpol PP.
Sementara itu, seorang pedagang angkringan saat ditanya mengatakan, mereka terpaksa berjualan disana karena desakan ekonomi dan letaknya yang strategis.
“Sebenarnya kita tahu, kalau di taman Binangun ini tidak boleh ada aktifitas berdagang, tapi gimana lagi karena desakan ekonomi dan letaknya yang strategis kita nekat jualan di sini” kata pedagang, Toro.
Para PKL di Jalan Wakapan pun juga tidak lepas dari sasaran penertiban karena disana ada pedagang yang menempatkan barang dagangannya di trotoar jalan. 
————————————————-
Rabu, 6 Mei 2015
Jurnalis : Mohammad Natsir
Fotografi : Mohammad Natsir
Editor : ME. Bijo Dirajo
————————————————-
Lihat juga...