Solusi Opsional Ditengah Terpuruknya Pasar IT di Bali

RTC Bali
CENDANANEWS (Denpasar) – Menjamurnya smartphone di berbagai daerah termasuk di Bali mempengaruhi kondisi pasar Laptop. Hal tersebut mengakibatkan pendapatan dari pedangan juga mengalami pasang surut terutama pasang sejak pertengahan 2014 sampai awal 2015.
Rimo Trade Center (RTC) bertempat di jalan Diponegoro Denpasar. Gedung berlantai 4 berisi kurang lebih 60 toko ini merupakan pusat perdagangan IT seperti Komputer, Laptop, Komponen dan Aksesoris. Namun belakangan ini market smartphone dan sejenisnya mulai memecah konsentrasi pasar di RTC.
Sejak awal booming, Smartphone seakan menjadi angin segar bagi pedagang Produk IT di RTC Denpasar untuk menyiasati terpuruknya pasar laptop.
Doni, seorang pengelola Toko Laptop Garuda Jaya mengungkapkan, omset tokonya semakin tidak menentu, namun perputaran uang di tokonya sedikit banyak terbantu dengan penjualan smartphone.
” sebelum 2014, kita bisa menjual 20-30 Laptop perhari, tapi belakangan ini tidak menentu, contohnya pernah sehari hanya bisa jual 5 sampai 7 Laptop, tidak stabil keadaannya dan keuntungan juga habis buat operasional. Namun kita coba siasati cash-flow toko dengan berdagang smartphone, dan lumayan terbantu,” jelas Doni kepada kami.
Kesulitan yang dialami pedagang laptop turut menjadi perhatian pengelola RTC. Bpk Luluk, Pihak pengelola gedung RTC yang ditemui di lokasi, siap membantu tenant di Gedung nya dengan memberikan fasilitas pameran.
“saya tidak bisa berbuat apa-apa dengan kondisi pasar Laptop, namun saya sudah memberikan program-program pameran yang menarik agar teman-teman pemilik toko tidak jenuh dan bisa mendongkrak penjualan,” tutur Pak Luluk di sela-sela kesibukannya.
Setali tiga uang dengan mereka yang berdagang di dalam RTC, Sebuah toko di wilayah Tabanan, bernama Mediatek Commcell, milik Wira yang dulunya hanya menjual produk IT, sekarang melebarkan sayap bisnis menjual semua merk smartphone. Dan ia berhasil dengan ekspansi dagangnya.
” sebenarnya pasar laptop masih ada, namun saat ini sedang tidak stabil demand nya di masyarakat, jadi untuk menyelamatkan cash-flow toko saya harus punya alternatif lain. Dan saya lihat smartphone bisa membantu, kenapa tidak saya coba?,” tutur Wira kepada CND.
Perspektif berbeda kami dapatkan dari seorang pelaku bisnis IT di wilayah Kuta bernama Johan. Ia menuturkan bahwa di balik lesunya bisnis Laptop, munculnya smartphone sebagai opsi pengganti sementara, ia masih aman menjual Produk IT berupa Personal Computer Rakitan. 
“mungkin karena saya memang dari awal konsen di PC Rakitan ya, jadi pasar ini menjadi andalan saya, dan saya belum perlu mencari opsi lain untuk menyiasati lemahnya pasar laptop saat ini,” jelas Johan, pemilik toko JS Computer di Jalan Dewi Sri, Kuta.

——————————————————-
Selasa, 26 Mei 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...