TNI Manunggal dengan Rakyat Torehkan 5 Rekor MURI

Senior Manager MURI, Paulus Pangkas, SH
CENDANANEWS (Denpasar) – Perhelatan HUT Kodam IX Udayana ke-58 yang jatuh pada tanggal 27 Mei 2015 memberikan kenangan tersendiri bagi Kodam IX Udayana, khususnya Pangdam Udayana. Sepak terjang beliau yang berdasar pada pandangan ke depannya tentang kedaulatan mendapatkan apresiasi positif dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan kriteria superlatif.
Lima apresiasi MURI terkait pencapaian Kodam IX Udayana dalam kapasitas mereka sebagai Palang Pintu Penjaga Kedaulatan Rakyat adalah :
1. Tanggal 9 Mei 2015, Karya Bhakti Pembersihan Pantai serentak sepanjang 202,20 KM di tiga pulau sekaligus, yaitu Bali, NTB, dan NTT melibatkan peserta terbanyak 107,199 orang.
2. Tanggal 27 Mei 2015, Pergelaran Tari Kolosal berjudul Serbuan Teritorial dengan penari terbanyak 2,325 orang.
3, Tanggal 27 Mei 2015, Pergelaran Tari Gemu Famire dengan penari terbanyak 15,000 orang.
4, Tanggal 27 Mei 2015, Penyajian Makanan Tradisional Bali, Nasi Jinggo terbanyak sejumlah 20,000 bungkus.
5, Pelepasan Tukik (anak penyu) terbanyak, sejumlah 1,000 ekor Tukik.
Kegiatan-kegiatan tersebut diatas diwujudkan dengan melibatkan berbagai unsur, yaitu TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri, Pemda, Masyarakat/ormas, Pelajar, dan Pramuka.
Kodam IX Udayana dalam hal ini Pangdam IX Udayana Mayjend TNI Torry Djohar Banguntoro telah melaksanakan Marwah dari Undang-Undang No.34 Tahun 2004 tentang bagaimana melaksanakan sistem Hankamrata dimana kondisi dunia sekarang ini tidak ada perang terbuka, melainkan perang hybrid dimana setiap Negara harus memiliki sumber daya alam yang kaya sehingga terkadang mencaplok daerah mana saja berdasarkan klaim Prematur karena memiliki alutsista lengkap. 
Kodam IX Udayana menjawab tantangan global seperti ini dengan mengirimkan sinyal kepada dunia bahwa Rakyat Indonesia tidak mudah memberikan setiap jengkal tanah negeri ini karena Rakyat Indonesia bersama-sama, bahu-membahu dengan TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat menjaga kedaulatan teritorialnya. Hal ini tersirat dari Karya Bhakti Pembersihan Pantai.
Senior Manager MURI, Paulus Pangkas, SH. Mengemukakan, dalam sendratari yang ditampilkan saat HUT Kodam IX Udayana ke-58 hari ini, juga memiliki pesan kuat bahwa inilah kebudayaan Indonesia yang beragam dari Sabang sampai Merauke, yang ditampilkan secara bersama-sama tanpa mengenal suku, agama, dan ras. 
” sedangkan untuk pelepasan Tukik, ini wujud kepedulian TNI bersinergi dengan masyarakat melalui elemen-elemen yang terkait didalamnya dalam melestarikan Penyu Bali. Intinya, masyarakat tidak ingin Penyu sebagai salah satu warisan hewan langka dari nenek moyang kita punah karena ketamakan serta keserakahan oknum-oknum tertentu,” jelas Pria asal NTT tersebut dengan bersemangat kepada CND, di Denpasar, Rabu (27/5/2015).
Menyikapi apresiasi MURI terhadap beberapa pemecahan rekor Kodam IX Udayana, Pangdam IX Udayana menjawab tegas, ” saya pikir sinyalnya jelas ya, TNI akan selalu ada untuk Rakyat, dan NKRI adalah Harga Mati!,”
Tantangan kita semakin sulit, namun jika seluruh elemen masyarakat Indonesia yang majemuk ini bisa bersatu, maka tidak akan ada tongkat besi yang tidak bisa kita patahkan jika dilakukan bersama-sama.
——————————————————-
Rabu, 27 Mei 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...