Tugu Tuping Lokasi Favorit Anak Muda Kalianda saat Senja

Tugu Tuping Kalianda

CENDANANEWS(Lampung) – Tugu Tuping merupakan sebuah tugu yang tegak berdiri dengan simbol tiga topeng berada di atasnya, Terletak tepat di pertigaan antara Jalan Lintas Sumatera dan jalan masuk ke Kota Kalianda. Terlihat tiga tuping menghadap ke berbagai arah seolah menyambut siapapun yang akan memasuki kota Kalianda ibukota Kabupaten Lampung Selatan.
Lokasi yang strategis berada di jalan utama dan juga jalan protokol kompleks pemerintahan Kabupaten Lampung Selatan membuat lokasi ini menjadi lokasi untuk berkumpul kaum muda pada sore hingga menjelang malam setiap harinya. Lokasi ini akan semakin ramai jika Sabtu malam yang biasanya diselenggarakan even even khusus oleh pegiat kesenian setempat.
Dari pantauan media ini, di kawasan sepanjang Jalan Protokol Kota Kalianda dimulai dari Tugu Tupping sampai Tugu Adipura Kalianda dibangun trotoar yang cukup lebar dan bisa dipergunakan untuk warga Kalianda sekedar untuk duduk duduk atau melakukan aktifitas lain. Beberapa anak muda menggunakan lokasi ini untuk berfoto dengan latar belakang tugu tuping. Lampu lampu yang menyorot ke arah tugu tuping tersebut akan semakin semarak saat malam dan momen tersebut digunakan para remaja pecinta fotografi mengasah kemampuannya berfoto dengan latar belakang tugu tuping.
Kawasan tersebut awalnya diberi nama Kawasan Malioboro Kalianda dengan mengadopsi konsep Malioboro Yogyakarta. Meskipun pada kenyataannya kawasan Tugu Tuping merupakan area jalan yang ditopang oleh komplek perkantoran milik pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Beberapa pedagang kuliner berjualan di lokasi yang sudah disiapkan dan akan semakin ramai pada hari hari libur serta hari hari khusus saat even tertentu diselenggarakan di kawasan tersebut.
Kawasan ini dimuali dari Kantor Pengadilan Negeri, kantor PMI Lamsel, Kantor Badan Perijinan Lamsel sampai Kantor Pengadilan Agama Kalianda. Yang membuat kawasan ini dapat dimanfaatkan untuk tempat berjualan oleh warga adalah karena badan jalan yang memiliki lebar lebih dari 20 meter sehingga memiliki median jalan yang ditanami pohon palem dan banyaknya lampu jalan yang menerangi pintu masuk Kota Kalianda.
Warga senang berada di lokasi ini karena memiliki pelataran dengan lebar kurang lebih 10 meter dan panjang hingga 100 meter lebih antara pagar batas kantor Pengadilan Agama dan Trotoar Jalan Zainal Abidin Pagar Alam. Bagi para pejalan kaki di trotoar ini, mereka dapat menikmati view Tugu Topeng yang menjulang dengan ketinggian kira-kira kurang dari 10 meter. Selain itu lokasi dekat dengan Masjid Agung Kalianda untuk beribadah dan dilengkapi dengan Rest Area.
“Kalau saya senang nyore atau berkumpul di sini kalau malam Minggu bersama kawan kawan klub motor atau sekedar duduk duduk lesehan di sini minum kopi,” ungkap Rohman kepada media ini.

Rohman dan kawan kawannya mengaku tidak adanya lokasi untuk berkumpul menjadikan lokasi tugu tuping menjadi lokasi tepat untuk berkumpul juga di sekitar Tugu Adipura. Rohman juga mengaku penataan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sudah cukup baik dengan memberikan ruang publik yang lebih representatif.
“Kota Kalianda kan tidak punya kawasan belanja seperti Mall jadinya di lokasi ini sudah cukup bagus apalagi jika ada pertunjukan kesenian yang digelar di sini,” ungkapnya lagi.
Gagasan awal Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Ir. SUtono beberapa tahun lalu saat melaunching kawasan ini memang untuk menjadikan kawasan ini untuk berbagai kegiatan diantaranya akan diisi dengan berbagai aktifitas kesenian oleh para seniman-seniman Kalianda, mulai dari kegiatan seni lukis, pertujukan musik tradisional daerah dan modern, serta pertujukan seni puisi dan teater, sebagai sarana hiburan bagi pengunjung.
  
Di samping itu juga, akan dijajakan berbagai macam jenis panganan khas daearah Lamsel, serta produk hasil kerajinan para kelompok binaan seperti kaos bergambar Icon Lamsel, pernak-pernik dan aneka rupa aksesoris yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh khas Kalianda.
————————————————-
Rabu, 6 Mei 2015
Jurnalis : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo
————————————————-
Lihat juga...