UAKI UB Gelar Kajian Mengungkap Fakta Muslim Rohingya

Kajian Mengungkap Fakta Muslim Rohingya
CENDANANEWS (Malang) – Tepat pukul 15.00 wib setelah menunaikan ibadah Shalat Asar, Unit Aktivitas Kerohanian Islam (UAKI) Universitas Brawijaya menggelar KASENSO (Kajian Senin Sore) bertempat di Masjid Raden Patah UB. Kajian rutin setiap hari Senin kali ini mengambil judul “Mengungkap Fakta Muslim Ronghiya” dan mendatangkan Ir.H.Andri Kurniawan, M.Ag sebagai pembicara.
Andri mengatakan, ada beberapa fakta mengenai muslim Rohingya yang mungkin hanya sedikit orang yang tau. Andri menjelaskan sejak tahun 877 hijriah, Islam sudah masuk ke negara Myanmar tepatnya di daerah Arakan yang merupakan daerah kaum muslimin Rohingya. Jauh sebelum negara Myanmar atau Burma muncul, Islam sudah berada disana. 
“Jadi penduduk asli Myanmar adalah kaum Muslimin Rohingya”, ujarnya.
Namun pada tahun 1784 masehi, kerajaan Myanmar berkoalisi dengan imperialisme Inggris untuk menyerang dan menduduki Arakan. Sejak saat itu penindasan terhadap Muslimin Rohingya di mulai hingga saat ini. para pemimpin Islam dan rakyat biasa banyak yang terbunuh. Masjid dan sekolah-sekolah Islam dirobohkan dan di hancurkan. Banyak anak dan juga keluarga muslim di bunuh hidup-hidup. Bahkan untuk mengurangi jumlah umat Islam disana, kaum muslim dilarang menikah sebelum berumur 30 tahun.
“Bahkan PBB menyatakan bahwa Muslim Rohingya adalah kaum minoritas paling tertindas”,ujarnya.
Andri juga mengatakan bahkan sekarang muslim Rohingya di usir dari Negaranya sendiri dan dihapuskan identitas kewarganegaraannya. Mereka di usir ke lautan, dan mereka mencoba mencari pertolongan dan mengungsi ke daerah tetangga Banglades. Namun setelah muslim Rohingya sampai di Banglades, ternyata mereka tidak di terima disana. Mereka justru disuruh kembali ke Myanmar oleh tentara Banglades.
“Mereka hanya memiliki 2 pilihan, kembali ke Myanmar dan mati disana, atau bertahan terombang-ambing di lautan dan mati di laut,”ungkapnya.
Mereka juga mendatangi perairan Indonesia untuk mendapat tempat pengungsian. Namun yang terjadi, dengan alasan dapat merusak stabilitas dan keamanan NKRI, pemerintah Indonesia menolak kedatangan muslim Rohingya. Namun tidak demikian dengan Nelayan-nelayan Aceh yang justru mengulurkan tangan mereka dan membantu Muslim Rohingya. 
Demikian juga dengan Negara Turki. Preiden Turki justru mengerahkan kapal lautnya untuk membantu dan menampung muslim Rohingya. Setelah sebelumnya pemerintah Indonesia tidak mau membantu muslim Rohingya, “mungkin” karena malu dengan Negara Turki, akhirnya Wakil Presiden Yusuf Kalla memerintah Tentara Indonesia membantu Muslim Rohingya.
Dalam kajian Senin sore tersebut juga diadakan penggalangan dana untuk membantu Muslim Rohingya.
——————————————————-
Senin, 25 Mei 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...