Universitas Brawijaya Berharap Jadi Pelopor Kuliner Halal

Brawijaya Halal Food Fair
CENDANANEWS (Malang) – Universita Brawijaya Malang akan membentuk lembaga pusat kajian halal dan toyib sebagai bentuk komitmen UB dalam penyediaan bahan pangan Halal dan diharapkan bisa menjadi Pelopor gerakan kuliner halal dan Toyib. 
Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Brawijaya M.Bisri saat membuka Seminar dan Talk show Nasional dengan Tema “Kesiapan Pemerintah dan Pengusaha Untuk Menyediakan Produk Pangan Halal dan Berbagai Tantangan yang Dihadapi” di gelar di GOR Pertamina UB, Minggu (24/5/2015).
Disebutkan, Seminar yang diadakan dalam Brawijaya Halal Food Fair (BHFF) merupakan salah satu cara untuk mempromosikan dan juga mensyiarkan produk makanan Halal, yang dilakukan Forum Kajian Islam Teknologi Pertanian (FORKITA) Universitas Brawijaya. 
Dalam seminar dengan Materi “Produk Halal adalah Hal Esensial di Negeri Mayoritas Islam” yang disampaikan oleh Sugianto Direktur LPPOM MUI Jatim menyebutkan bahwa sekarang yang mencari makanan halal tidak hanya umat muslim saja, namun non muslim juga banyak yang menyukai, hal ini dapat terlihat dari beberapa rumah makan yang ada di luar negeri sudah mencantumkan label 100% Halal. Walau sebenarnya tidak ada persentase dalam makanan Halal.
Sugianto juga menyampaikan bahwa Halal tidaknya makanan yang kita makan juga bisa mempengaruhi tumbuh kembang fisik dan kecerdasan otak, sifat dan perilaku manusia serta perkembangan janin. dia juga menyebutkan jenis makanan yang haram di makan manusia seperti daging babi, bangkai, darah dan hewan yang disembelih tanpa menyebut Asma Allah.
Menurutnya, daging yang berasal dari hewan yang disembelih dengan menyebut asma Allah dagingnya lebih tahan lama dibaanding daging yang berasal dari hewan yang disembelih tanpa menyebut Asma Allah.
Untuk mendapatkat sertifikat halal, tidak hanya bahan yang digunakan saja yang harus memenuhi kriteria syar’i. namun proses, penyimpanan, pendistribusian hingga penyajian juga harus memenuhi kriteria syar’i, halal dan toyib.
Dalam acara Seminar nasional ini juga dilakukan penandatanganan deklarasi Komitmen Gerakan Peduli Halal yang ditanda tangani oleh perwkilan produsen komunitas kuliner halal malang, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UB, ketua Halal Toyib UB, Rektor UB dan LPPOM MUI Jatim.
Dalam seminar ini menghadirkan pemateri Ledia Hanifa Amalia (Ketua panja pembahasan RUU jaminan produk halal), Sugianto (LPPOM MUI Jawa Timur), Syamsalis (Pemilik sabana fried chicken) dan Jeje P. Satrio (Ketua Himpunan Mahasiswa Muslim Peduli Pangan dan Gizi).

——————————————————-
Minggu, 24 Mei 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...