Warga Maluku Tengah Temukan Mortir Aktif Sisa PD II

CENDANANEWS (Ambon) – Sebuah mortir aktif yang diduga sisa peninggalan Perang Dunia (PD) II ditemukan oleh warga sekitar Kali Wai Taisoi Desa Wai Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah, (Malteng) Provinsi Maluku.
Demikian hal ini disampaikan Kapolsek Salahutu, Iptu Ahmad Kapitanhitu kepada wartawan di Ambon Minggu (31/5/2015).
Menurut Kapolsek Salahutu, mortir yang masih aktif itu ditemukan oleh Matheos Pattireu (38), salah satu warga setempat yang bekerja sehari-hari sebagai petani itu, dan baru dilaporkan kepada aparat keamanan setempat.
“Penemuan mortir oleh warga itu baru dilaporkan Jumat 29 Mei 2015, sekitar pukul 12.00 WIT. Kami juga mendapat informasi dari Danramil Salahutu bahwa telah ditemukan 1 buah mortir yang diperkirakan masih aktif di Kali Wai Taisoi, Desa Wai Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah,” terangnya.
Dijelaskan, mortir ditemukan saat Matheos Pattireu yang kebetulan pergi ke kebunnya di sektor Talitakumi Desa Wai Kecamatan Salahutu Kabupaten Malteng, melintasi sungai/kali Wai Taisoi.
Menyangkut penemuan mortir tersebut, Kapolres Salahutu ini kemudian menghimbau kepada masyarakat agar tetap membantu pihak kepolisian jika menemukan amunisi ataupun mortir untuk segera melaporkan agar bisa diamankan sejak dini.
Dikhawatirkan jika warga yang menemukan bahan peledak dan sejenisnya tidak secepatnya melaporkan hal itu, bisa berakibat fatal terhadap warga sendiri.
“Atas nama pribadi dan jajaran Polsek Salahutu sangat memberikan apresiasi dan terimakasih kepada masyarakat yang sudah membantu pihak kepolisian untuk bersama-sama memelihara kamtibmas. Salah satunya adalah melaporkan kepada pihak polisi apabila menemukan mortir atau bahan peledak lainnya,” imbuhnya.
Kapolsek juga menganjurkan kepada masyarakat agar tidak menyalahgunakan bahan peledak dan sejenisnya dimana hal itu dapat membahayakan keselamatan orang.
Ia juga meminta warga untuk berhenti mengebom ikan. Sebab selain merusak ekosistem laut, juga akan membahayakan keselamatan masyarakat sendiri.
——————————————————-
Minggu, 31 Mei 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...