1000 Personil SAR Gabungan Lakukan Simulasi Kapal Terbakar

Simulasi kebakaran di Dermaga V Merak Banten
CENDANANEWS (Merak) – Sebuah kapal milik PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) lintasan Selat Sunda terbakar di perairan dermaga V Merak, Banten. KMP Portlink V yang baru akan sandar di dermaga Merak tersebut tiba tiba terbakar tanpa diketahui penyebabnya.
Nahkoda KMP Portlink V segera mengirimkan Distress signal (mengirimkan signal  pesan may day, may day, lewat micropohone). Kejadian terjadi saat kapal di posisi perairan Selat Sunda sebelah Barat pelabuhan Merak Banten.
Kebakaran semakin membesar dan terjadi ledakan ledakan yang berasal dari muatan truk, kapal diperkirakan tidak dapat diselamatkan lagi oleh Anak Buah Kapal (ABK). Penumpang dan ABK Portlink V berupaya menyelamatkan diri dengan menggunakan sekoci penolong yang terdapat di KMP Porlink V yang sebagian penumpang dapat tertampung, namun sebagian lagi langsung menyelamatkan diri ke terjun ke laut.
Komandan Lanal Banten Kolonel Laut Judijanto,M.Si
“Akibatnya beberapa penumpang kapal terpaksa dievakuasi dengan kapal kapal penyelamat yang segera dikerahkan ke kapal Portlink V tersebut untuk menyelamatkan penumpang,” ungkap Komandan Lanal Banten Kolonel Laut Judijanto,M.Si kepada Cendananews.com,saat ditemui di dermaga V pelabuhan Merak Rabu (3/6/2015).
Selain beberapa sekoci dari KMP Portlink V juga dikerahkan  KRI IBL-383, KN 333, KRI BLD-643, KRI KBR-867, KP Polda Banten, TD Galunggung, BC 15044, TD Gn Santri, KAL Tamposo Patkamla Badak, serta beberapa kapal nelayan untuk mengevakuasi para penumpang yang terjun ke laut setelah mengenakan pelampung.
Sirine KMP Portlink V memberi signal tanda bahaya dan beberapa kapal penyelamat menyemprotkan air untuk memadamkan api di atas dek kapal yang terkena kobaran api. Bahkan kapal tugboat serta kapal kapal dari Syahbandar dasn dari TNI AL menyemprotkan air ke atas kapal untuk memadamkan api yang terus membesar.
Api baru bisa dipadamkan sekitar satu jam kemudian setelah sebanyak empat kapal penyemprot air memadamkan api dari berbagai arah. Sementara perahu perahu penyelamat dari tim Search and Rescue (SAR) gabungan mengevakuasi para korban ke dermaga 5 Pelabuhan Merak dimana beberapa mobil ambulance disiagakan untuk membawa para korban ke rumah sakit terdekat.
Selain kapal kapal tersebut, proses penyelamatan dan evakuasi juga melibatkan Tim Bulsi yang menerjunkan liferaft sebanyak 3 buah ke laut, dummy korban sebanyak 20 buah serta beberapa berkoordinasi dengan stakeholder maritrim diantaranya Oelindo, KPLP, Bea Cukai, Polair untuk membantu evakuasi SAR serta memerintahkan KAL Tamposo dan Patkamla Badak yang sedang melakukan operasi menuju koordinat operasi.
Bahkan sebuah pesawat Udara milik TNI AL P-852 dikerahkan melaksankaan pencarian korban dari udara selain itu dikerahkan Heli NV-409 yang langsung take off dari dermaga Kiat Indah melaksanakan evakuasi pertama dengan rescue net dari laut, setelah heli mengudara bulsi korban OB Pat Badak terjun ke laut.
Dari prosese evakuasi tersebut berhasil diselamatkan beberapa korban diantaranya melalui PK-01 Lanal Banten mengevakuasi sebanyak 4 korban ke Pat Badak, PK KRI IBL mengevakuasi 3 korban ke Pat Badak, PK-02 Banten mengevakuasi 4 korban ke KAL Tamposo, PK Yonmarhanlan mengevakuasi 4 korban ke KAL Tamposo, PK Basarnas mengevakuasi 4 korban ke KP 2004.
Tug Boat Tirtayasa, Tug Boat Gungung Santri dan Tug Boat Galunggung yang memadamkan api akhirnya berhasil memadamkan api dengan semprotan air dan semua penumpang bisa dievakuasi. Heli NV-409 melaksanakan evakuasi 1 korban dengan recue net dari laut menuju dermaga Indah Kiat. Setelah sampai di dermaga ditangani oleh tim medis darat untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara di skenario kedua, peristiwa kebakaran di dermaga V pelabuhan Merak juga mengakibatkan PT ASDP Merak dan berbagai unsur mengerahkan mobil pemadam kebakaran. Kebakaran yang terjadi di KN 333 saat berada di dermaga V pelabuhan Merak tersebut berhasil dipadamkan beberapa jam kemudian. Dalam simulasi ini juga disebutkan beberapa korban akibat kejadian kebakaran tersebut.
Peristiwa yang terlihat cukup dramatis bahkan api terlihat membubung dan menyala dari dek KMP Portlink V tersebut terlihat seperti kejadian nyata juga saat KN 333 terbakar di dermaga. Menurut Kolonel Laut Judijanto,M.Si peristiwa tersebut adalah bentuk simulasi dari operasi penyelamatan kecelakaan yang terjadi pada kapal di perairan Selat Sunda.
“Sebelum simulasi ini kami telah melakukan latihan satu bulan sebelumnya kemudian satu minggu sebelum hari ini dilakukan pemantapan latihan untuk simulasi penyelamatan kecelakaan di laut,” ungkap Kolonel Laut Judijanto.  
Latihan kesiapsiagaan, gelar pasukan dan demo latihan SAR Laut Gabungan Selat Sunda tahun 2015 tersebut sempat menjadi tontonan ratusan warga di sekitar dermaga Merak yang menyangka peristiwa terbakarnya KMP Portlink V merupakan kejadian nyata. 
Selain dihadiri oleh Danlanal, latihan gabungan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Cabang Utama PT ASDP Merak Yanus Lentanga, Manager Operasional PT ASDP Bakauheni Heru Purwanto, beberapa anggota DPRD Banten serta beberapa instansi terkait.
Latihan gabungan yang sudah direncanakan selama sebulan tersebut dan sudah melakukan latihan secara teori dan pematangan dari tanggal 24 s.d 28 mei 2015 menurut Kepala Search and Rescue Pelabuhan Merak dan Bakauheni, Radmiadi, dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan di laut.
Ia mengungkapkan sebanyak 1000 personil gabungan dikerahkan terdiri dari Petugas Kesyahbandaran, Koramabar Lantamal III, SAR Angkatan Laut, SAR dari kepolisian, SAR dari Pemprov Banten, serta SAR gabungan yang terlibat di laut maupun di darat termasuk petugas medis.
“Kita tidak berharap ada kecelakaan terhadap kapal di Selat Sunda namun unsur penyelamat untuk antisipasi selalu dilatih agar sewaktu waktu jika ada kecelakaan cepat berkoordinasi,” ungkap Radmiadi.
Simulasi latihan gabungan tersebut juga untuk semakin meningkatkan kesiapsiagaan SAR di Pelabuhan Merak dan Bakauheni yang menjadi lintasan kapal kapal Roll On Roll Off (Roro) dimana arus lebaran 2015 semakin dekat. Unsur penyelamatan tersebut menurutnya melibatkan unsur di darat, laut dan udara.

——————————————————-
Rabu, 3 Juni 2015
Jurnalis       : Hendricus Widiantoro
Fotografer : Hendricus Widiantoro
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...