200 TKW Diduga Menjadi Korban Perdagangan Manusia di Abu Dhabi

Wakil Ketua Komite III DPD, Fahira Idris
JAKARTA – Miris, lebih kurang 200 ratus tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia diduga menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking). Hal tersebut ditemukan Komite III, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ketika melawat ke Abu Dhabi, awal Juni lalu.
TKW tersebut didatangkan ke Timur Tengah bukan sekedar bekerja, namun mereka siap diperjualbelikan ke pembeli (majikan) yang berada 21 negara di kawasan Timur Tengah oleh perusahaan jasa pengerah tenaga kerja Indonesia (PJTKI) seharga Rp 280 juta per orang.
“Berdasarkan temuan di lapangan dan laporan dari Minister Counselor KBRI Abu Dhabi Wisnu Suryo Hutomo, satu orang TKW informal dijual dengan harga sekitar Rp 280 juta per orang oleh PJTKI dan agennya kepada pembeli yang ada di Abu Dhabi,” kata Wakil Ketua Komite III DPD, Fahira Idris di Jakarta, Jumat (19/6/2015).
Menurutnya, Praktik-praktik perdagangan orang dengan modus pengiriman TKW informal atau sebagai pembantu rumah tangga sudah jamak terjadi dan sudah menjadi bisnis. Dengan adanya penghentian pengiriman TKI informal ke 21 negara Timur Tengah termasuk Uni Emirat Arab.
“Praktik pengiriman TKI informal itu telah melanggar hukum dan bisa dikategorikan tindak pidana human trafficking,”katanya.
Komite III DPD akan meminta Menaker dan Polri untuk segera menindaklanjuti temuan ini. Termasuk mengusut perusahaan-perusahaan yang mengirimkan TKW tersebut.
“Ini persoalan serius. Saya minta siapa saja yang masih berani mengirim TKI informal ke Timteng ditangkap,” Ujar Fahira Idris.
Para TKW itu sering mengalami berbagai masalah, baik tindak kekerasan seksual, gaji mereka tak dibayar, maupun disiksa majikan. 
“Saya apresiasi kerja KBRI di Abu Dhabi yang yang sangat proaktif dan punya semangat tinggi untuk menghentikan praktik-praktik perdagangan orang berkedok pengiriman TKW Informal ke Uni Emirat Arab, terutama ke Abu Dhabi,” Tutupnya.
——————————————————-
JUMAT, 19 Juni 2015
Jurnalis       : Adista Pattisahusiwa
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...