335 orang terjaring Razia e-KTP di wilayah Japsel, Kota Jayapura

Pegawai Dinas Kependudukan Kota Jayapura saat mendata para pekerja di salah satu panti pijat
JAYAPURA – 335 orang terjaring razia saat Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura lakukan razia e-KTP ke sejumlah diskotik dan panti pijat, di empat distrik yang ada di ibukota provinsi Papua.
Wali Kota Jayapura, Benhur Tommy Mano saat memimpin langsung tim razia e-KTP di wilayah distrik Jayapura Selatan mengatakan, pihaknya terus berupaya tertibkan penduduk yang ada di wilayahnya. Menurutnya, siapa saja yang masuk ke wilayah Kota Jayapura, harus berikan identitas jelas dari daerah asal.
“Masuk ke sini (Kota Jayapura) dalam rangka apa? sebagai mahasiswa, pelajar atau mencari kerja?” kata Benhur, Sabtu (13/06/2015).
Kota Jayapura sebagai kota e-KTP, sehingga menurutnya, pembuatan e-KTP hanya dilakukan sekali. Dan jika, lanjut Benhur, bagi yang masuk Kota Jayapura dan telah memiliki e-KTP di daerah asal. Maka, pihak Kota Jayapura akan memberikan status penduduk sementara di Kota Jayapura.
“Kalau mereka mempunyai e-KTP di daerah asal. Maka kami akan berikan KTP sementara, agar jelas status mereka di Kota Jayapura,” kata Benhur usai memimpin langsung razia e-KTP pada sejumlah diskotik dan panti pijat di wilayah Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Sabtu (13/06/2015).
Pihaknya juga memanggil para pemilik usaha bar dan panti pijat, yang didapati karyawan karyawatinya tidak memiliki e-KTP. “Kalau yang memiliki KTP Nasional, kami akan tarik, karena sudah tidak berlaku sejak tahun 31 desember 2014. Makanya yang hanya punya KTP Nasional, kami lakukan surat untuk lakukan perekaman di Pemkot Jayapura,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Jayapura, Merlan S. Uloli menjelaskan bagi mereka yang memiliki e-KTP dari luar daerah Kota Jayapura dan bekerja di wilayah administrasi pemkot Jayapura, maka pihaknya akan berikan KTP sementara.
“Untuk warga Kota Jayapura yang masih memegang KTP lama, kami tarik dan akan diganti dengan e-KTP,” kata Merlan.
Ia menilai peran RT dan RW harus ditingkatkan, lantaran masih banyak masuk Kota Jayapura tandas terdata di tingkat distrik masing-masing. “RT/RT yang tidak ada sama sekali, jadi kami getarkan hari ini, dari hasil sosialisasi beberapa waktu lalu di tingkat dinas Kota Jayapura,” tegasnya.
Razia mendadak yang dilakukan pemda Kota Jayapura ini meliputi, Distrik Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura dan Heram. Dari data yang dikumpulkan Cendana News, lebih dari belasan diskotek dan puluhan panti pijat yang di razia pemkot Jayapura. Khusus wilayah distrik Japsel, dari data yang diterima media ini, sebanyak 335 orang terjaring dalam razia yang dipimpin langsung Walikota Jayapura.
Razia e-KTP yang berlangsung, Sabtu (13/06/2015) sekitar pukul 20.00 wit terdiri dari Dinas Kependudukan Kota Jayapura, 1 pleton Satpol PP, 1 pleton Davomas Polres Jayapura Kota, 5 personil PM TNI AL, dan 4 personil POM TNI AD.
——————————————————-
Minggu, 14 Juni 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Fotografer : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...