AJI Padang Kecam Pengancaman Wartawan di Pasaman

Ilustrasi
PADANG –  Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang mengecam perilaku petugas Bulog Kabupaten Pasaman yang mengancam wartawan yang sedang melakukan tugas Peliputan. Hal ini didasari dari kronologis kejadian yang didapat AJI Padang.
AJI Padang menilai, kelakuan pelaku jelas tindakan menghalangi kemerdekaan pers dalam mendapatkan informasi seperti yang dijamin pada UU RI Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 4 ayat 1, 2 dan 3. Dalam mengerjakan tugas, wartawan mendapat perlindungan hukum (pasal 8).
Tindakan menghalangi kegiatan jurnalis harus dipidana seperti tercantum dalam pasal 18 ayat 1: “Setiap   orang   yang  secara  melawan  hukum  dengan  sengaja  melakukan tindakan yang berakibat  menghambat  atau  menghalangi  pelaksanaan ketentuan  Pasal  4  ayat (2)  dan ayat  (3)  dipidana  dengan  pidana  penjara paling  lama  2  (dua)  tahun  atau denda  paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah)”
AJI Padang mendesak: 
  1. Kepala Bulog Kabupaten Pasaman segera meminta maaf  kepada wartawan dan media tempat si wartawan bekerja.
  2. Kepala Bulog Kabupaten Pasaman memberikan sanksi kepada petugas yang tidak menghargai profesi jurnalis.
  3. Semua pihak diminta menjalankan ketentuan tentang UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.
  4. Mendesak Kapolres Kabupaten Pasaman segera menindak pelaku pengancaman sesuai dengan pasal 18 ayat 1 UU No.40 Tahun 1999 tentang, Pers.

Pada hari Jumat, 19 Juni 2015 pukul 11.00 WIB telah terjadi pengancaman dua orang wartawan yakni William Abib (Padang Ekspres) dan Yunefrizel (Sumbar Post) yang bertugas di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.
Pengancaman dilakukan oleh Oknum Petugas Bulog Kabupaten Pasaman. Keduanya hendak mewawancarai pihak Bulog Kabupaten Pasaman terkait stok beras selama Ramadhan.
Kejadian pengancaman wartawan bermula saat dua wartawan tersebut didorong saat tengah melakukan wawancara dan diancam akan dipukuli. Tidak hanya itu, wartawan juga diusir dan diajak berkelahi oleh Oknum yang kabarnya merupakan bagian pendistribusian beras di Pasaman.
Saat di lokasi, mereka berhasil menemui Yones Esva, salah satu wakil pimpinan di Bulog Pasaman. Pelayanan prima diberikan Yones dengan menjawab pertanyaan hingga menunjukan stok beras di gudang.
Saat hendak mengambil foto, tiba-tiba datang sebuah mobil Avanza warna hitam. Tak lama kemudian, Oknum Petugas Bulog turun dari mobil dan langsung marah-marah tidak beralasan. Yones yang katanya wakil pimpinan di Bulog diam dengan kelakukan Oknum dan menutup gudang.
Menurut Willy, Oknum menantang wartawan yang paling hebat untuk duel dengan dia. Setelah kejadian, kedua wartawan tersebut telah melapor ke Polres Pasaman pada Sabtu, 21 Juni 2015 sekitar pukul 11.00 WIB.
——————————————————-
MINGGU, 21 Juni 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...