Aktivis Curigai Pemantauan Pesisir Sumbar oleh Konsulat AS

Seminar Potensi Gempa Sumbar
PADANG – Konsulat Jenderal Amerika Serikat (AS) melakukan pemantauan sumber daya alam, potensi gempa, potensi tsunami, berbagai spesies yang ada di pantai barat Sumatera Barat (Sumbar) dengan bekerja sama dengan Pojok Amerika Universitas Andalas (Unand) Padang, serta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Setelah melakukan penelitian selama lebih kurang satu bulan terakhir, mereka  menggelar seminar tentang riset Gempa dan tsunami di perairan Mentawai Sumbar, di kampus Unand Padang, Hotel Mercure pada Senin (22/6/2015) dan hari ini Selasa (23/6/2015) di Kampus Universitas Muhammadiyah Kota Padang.
“Dalam seminar dan diskusi ini membahas tentang penelitian yang sedang dilakukan oleh LIPI dan Schmidt Ocean Institute (SOI) di perairan Mentawai tentang potensi dan risiko gempa dan tsunami di wilayah tersebut,” ujar Kepala UPT Layanan Internasional Unand Irawati Chaniago.
Menyikapi seminar tersebut, ada tanggapan berbeda dari aktivis lingkungan, Hendra Kota yang turut hadir. Dia menilai penelitian dan pemantauan oleh Konsulat AS ini hanya sekedar menakut-nakuti masyarakat yang kemudian meraup keuntungan dari hal tersebut.
Dia mencontohkan, kepulauan Mentawai yang memiliki kekayaan alam, baik sumber daya alam maupun wisatanya menjadi salah satu tujuan dari investor luar negeri. Dengan informasi gempa megatrust membuat masyarakat pindah dari daerah mereka dan dengan mudah investor merebut lahan, laut dan sumber daya lainnya dengan dalih investasi.
“Tahun 2013 lalu, juga ada peneliti dari Amerika, mereka membeberkan berbagai fakta. Sehingga ada masyarakat di satu kampung yang berlarian meninggalkan rumah mereka dan pindah ke Kota Padang, karena mendengar daerahnya akan dilanda Tsunami,”kata Hendra koto. 
Disebutkan, setelah masyarakat pindah, berdirilah resort-resort megah disana. Ini patut dicurigai, apakah hanya meneliti potensi gempa, atau meneliti sumber daya minyak lepas pantai. 
“Kita tidak boleh percaya begitu saja,” ujarnya.
——————————————————-
SELASA, 23 Juni 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Fotografer : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...