Antisipasi Lonjakan Harga, Warga di Lampung Tanam Cabai Sendiri

Tanaman Cabai
LAMPUNG – Kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang pelaksanaan puasa Ramadhan di sejumlah pasar tradisional di Lampung tak terkecuali cabai tak terhindarkan. Bahkan harga kebutuhan pokok jenis bumbu seperti bawang merah, bawang putih dan cabai pun mulai merangkak naik.
Namun kenaikan beberapa bahan bumbu yang selalu naik disaat menjelang bulan Ramadhan tersebut tak terlalu berpengaruh bagi warga Desa Pasuruan, Desa Klaten, Desa Gandri. Dari pengamatan CND sebagian besar warga yang berprofesi sebagai petani tersebut tak kuatir harga kebutuhan pokok akan merangkak naik terutama cabai.
“Jauh jauh hari kami telah menanam tanaman cabai di kebun di sela sela tanaman jagung, pisang dan bahkan menanam di pekarangan rumah,” ungkap Warsini (34) kepada media ini Minggu (14/6/2015).
Ia mengungkapkan persiapan menjelang Ramadhan tak hanya dengan mempersiapkan tanaman bumbu, bahkan kebutuhan akan jenis makanan takjil, serta minuman yang lebih segar dipenuhi dengan adanya tanaman kelapa di kebun mereka. Warsini mengungkapkan tak kuatir jika harga harga naik sebab meski memiliki uang untuk belanja namun kebutuhan akan dapur masih terpenuhi dari hasil kebun.
“Sudah menjadi tradisi kan kalau mau puasa harga harga naik, makanya kami menanam bahan yang akan naik harganya seperti cabai,” ujar Warsini.
Selain Warsini, warga yang tak kuatir kenaikan harga diantaranya Samiatun (45) yang mengaku memiliki beberapa tanaman cabai di pot serta di pekarangan yang dirawatnya. Ia mengakui kebutuhan akan cabai masih bisa dipenuhi karena masih bisa dipetik dari kebun sendiri. Jenis tanaman cabai yang ditanamnya diantaranya jenis cabai caplak yang berwarna putih serta jenis cabai rawit.
Untuk diketahui, di beberapa pasar tradisional di Lampung kenaikan harga kebutuhan pokok sudah terjadi meski belum bulan Ramadhan. Bahkan di Pasar Tradisional Pasuruan Kecamatan Penengahan, harga bumbu jenis bawang putih awalnya Rp25.000,- merangkak naik menjadi Rp33.000,–Rp34.000,- perkilogram. Harga bawang merah dari semula Rp15.000,- menjadi Rp20.000,- perkilogramnya.
Sementara itu harga cabai rawit dari Rp 18ribu menjadi Rp 25ribu/kg, dan harga cabai merah dari Rp 15ribu naik menjadi Rp 20ribu/kg.
“Besarnya permintaan masayarakat tak sebanding dengan jumlah pasokan sehingga dampaknya harga menjadi naik,”ungkap Sarmiani (34) salah satu pedagang di pasar Pasuruan.
Kenaikan tak hanya pada harga bumbu dapur, beberapa kebutuhan warga yang mengalami kenaikan diantaranya harga gula pasir yang sebelumnya Rp 10.500/kg naik menjadi Rp 12.500/kg, dan harga minyak goreng curah dari Rp 10ribu kini menjadi Rp 11.500/kg.
Warga berharap kenaikan tersebut tak akan terus merangkak sebab harga sudah naik sebelum bulan Ramadhan berlangsung sementara kebutuhan warga pun semakin bertambah saat bulan Ramadhan.

——————————————————-
Minggu, 14 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...