ASDP Izinkan Pergasam untuk Tetap Berjualan di Pelabuhan

Audiensi Pergasam dengan PT. ASDP
CENDANANEWS(Lampung) – PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) memberikan izin kepada Persatuan pedagang Asongan dan Mini Market (Pergasam) untuk tetap melakukan penjualan di Pelabuhan, namun permintaan untuk membuat sebanyak 17 lapak lokal tetap tidak diperbolehkan. 
Hal tersebut terungkap dalam audiensi, Kepala Cabang PT ASDP Bakauheni Lamane, Asmen PT ASDP Waluyo, Bhabinkamtibmas Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni Aiptu Maulana, dengan Pergasam yang didampingi ketua LSM dari SPRI(Serikat Pejuang Rakyat Indonesia) Marlus Sitompul. 
“Kami tidak bisa memenuhi untuk penyediaan lapak di terminal lokal, namun untuk tetap berjualan tetap boleh dilakukan sesuai aturan yang telah disepakati,” ujar Lamane dalam pertemuan tersebut, Selasa (2/6/2015).
Penegasan Kepala Cabang PT ASDP terkait tak akan ditambahnya lapak di terminal lokal pun masih tetap diberi kebijakan kepada para pengasong untuk masih boleh mengasong dengan catatan tidak membuat keributan dan kotor pelabuhan.
“Melapak di terminal tidak boleh dan sudah harga mati, namun ASDP masih bersikap bijak menyediakan ruangan untuk pedagang asong menaruh dagangan kalau habis bisa ambil di situ supaya tidak berserakan kemana-mana,” tambah Asisten manager PT ASDP Waluyo.
Waluyo juga memberi catatan agar aktifitas “cooffee remote” yang selama ini menjadi citra buruk dermaga 3 harus segera dibersihkan. Pihaknya bahkan berjanji akan bekerjasama dengan intansi terkait untuk membersihkan para pedagang yang berkonotasi negatif dengan sebutan “coofee remote” tersebut.
Sikap tegas pihak ASDP bahkan ditunjukkan dengan akan meniadakan para pedagang asongan di pelabuhan Bakauheni jika para pedagang ngotot meminta lapak. Sebab kebijakan yang telah dilakukan pihak ASDP sudah cukup longgar dengan memperbolehkan pedagang berjualan di zona zona khusus.
Sementara itu Bhabinkamtibmas Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni Aiptu Maulana mengungkapkan para pedagang asongan tersebut kini lebih terorganisir setelah adanya sosialisasi dari Bhabinkamtibmas serta melakukan berbagai pertemuan. Para pedagang sudah diberi pengertian agar berjualan di zona zona  yang sudah disediakan sehingga tidak mengganggu aktifitas penumpang dan aktifitas di pelabuhan Bakauheni.
“Ada zona zona khusus untuk berjualan dan ada yang tidak diperbolehkan untuk berjualan, kami selalu melakukan sosialisasi terkait zona tersebut,”ungkap Maulana.
Maulana mengungkapkan dengan adanya organisasi atau perkumpulan pedagang asongan membuat semua pedagang asongan di Pelabuhan Bakauheni lebih terorganisir.
Sikap tegas yang diberikan oleh pihak ASDP menurutnya sudah merupakan kesempatan bagi para pedagang untuk mencari nafkah meskipun dalam pelaksanannya para pedagang masih sulit dikontrol.
Selain memberi arahan serta pendampingan kepada para pedagang, Aiptu Maulana juga mengungkapkan pihaknya melakukan pendampingan terhadap para pengojek, buruh tenteng, sopir travel serta para awak angkutan.
“Saya tekankan agar mereka selalu menjaga kenyamanan para penumpang dan juga tetap menjaga solidaritas agar tidak terjadi gesekan, kalau terjadi gesekan yang rugi juga mereka,” ujar Maulana.
Ia berharap agar para pedagang tetap menjaga solidaritas dengan saling menjaga kebersamaan sebagai para pencari nafkah yang berjualan di Pelabuhan Bakauheni.
Para pedagang, pengojek, buruh tenteng tersebut menurut Maulana diharapkan selalu menggunakan seragam yang sudah diberikan. Selain itu setiap perselisihan diselesaikan dengan cara musyawarah dan jika tetap melakukan keributan maka akan dicabut keanggotaannya dan dilarang melakukan aktifitas di pelabuhan Bakauheni.

——————————————————-
Selasa, 2 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...