Beri Kenyamanan PT ASDP Pasang Puluhan CCTV di Pelabuhan

Antrian mobil sebelum memasuki dermaga di Bakauheni
LAMPUNG – AKtifitas di area Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan Provinsi Lampung masih kerap dijadikan lahan untuk melakukan pungutan liar (pungli) oleh oknum yang memanfaatkan kesempatan. Pungutan liar tersebut diakui beberapa sopir kendaraan ekspedisi terutama pengangkut barang yang akan menyeberang ke Pelabuhan Merak Banten dari Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.
Seperti yang diungkapkan oleh salah satu sopir ekspedisi asal Medan Sumatera Utara tujuan Jakarta, Hasibuan(37) ia mengaku pada saat saat tertentu terutama saat semua dermaga penuh oleh kendaraan yang akan menyeberang celah tersebut dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk memberi prioritas.
“Prioritas tersebut berupa memberi kesempatan kepada truk yang datang belakangan tapi bisa lebih dahulu masuk ke kapal atau antri lebih di depan tentunya dengan imbalan sejumlah uang,”ungkap Hasibuan kepada CND, Kamis (25/6/2015).
Dampaknya tentu saja merugikan dan membuat tak nyaman para sopir meskipun hal tersebut seperti saling membutuhkan namun cukup merugikan. Aktifitas yang dikenal dengan “jalur tembak” tersebut memang sedikit berkurang setelah tambahan dermaga VI Pelabuhan Bakauheni diresmikan sehingga jumlah dermaga semakin banyak. Namun praktek tersebut diakui sopir lain, Tatang (40) masih tetap ada meski intensitasnya berkurang.
Sementara itu Manager Operasional PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) Bakauheni, Heru Purwanto mengungkapkan aktifitas yang dikenal dengan jalur tembak sudah tak ada di Pelabuhan Bakauheni. Bahkan ia mengaku akan menindak oknum yang terbukti melakukan aktifitas tersebut.
“Kita akan siapkan CCTV yang lebih pada titik titik yang ditengarai muncul pungli tersebut sehingga bisa terpantau dan ada buktinya,”ungkap Heru Purwanto di Bakauheni.
Fasilitas dermaga menghadapi angkutan mudik yang sudah ditambah juga akan ditambah jumlah  Closed Circuit Television (CCTV). Bahkkan ASDP akan memasang sebanyak 51 CCTV yang tersebar di seluruh penjuru Pelabuhan.
“Kita akan pasang di beberapa titik untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jasa pelayaran,”ungkapnya.
CCTV tersebut difokuskan pada titik titik arus lalulintas masuk dan keluar Pelabuhan, dermaga, serta titik titik kantong parkir yang selama ini sering diindikasi jadi lokasi praktek pungli.
Keberadaan CCTV tersebut diharapkan akan memantau aktifitas di area Pelabuhan termasuk kejadian kejadian kriminalitas maupun kejadian yang membuat tidak nyaman pengguna jasa pelabuhan. Ia juga mengaku selain mengandalkan tekhnologi CCTV tersebut tetap berkoordinasi dengan pihak keamanan dan kepolisian. 

——————————————————-
KAMIS, 25 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...