Berkah Ramadhan, Pasangan ini Dianugrahi Anak Kembar Lima

Sang ibu saat selesai persalinan
SURABAYA – Setiap pasangan suami istri tentunya mendambakan kehadiran buah hati. Tak terkecuali dengan pasangan ini, Hari Saputra (32 tahun) dan Nia Rahmawati (31 tahun). Melalui proses inseminasi buatan pasangan ini melahirkan bayi kembar lima di Graha Amerta, Surabaya.
Pasangan ini menikah tahun 2012, kemudian mendapatkan anugerah anak pada tahun 2013 yang sayangnya meninggal. Lalu seiring berjalannya waktu pasangan ini berusaha untuk mendapatkan buah hati. Setelah diperiksakan ke dokter ternyata sang istri terganggu hormonnya sehingga perlu perlakuan khusus untuk mendapatkan buah hati.
Ada dua pilihan yang ditawarkan oleh dokter yaitu bayi tabung atau inseminasi.  Imunitas bayi tabung lebih rendah dari bayi inseminasi sehingga pasangan ini pun memilih inseminasi meskipun prosentasi keberhasilannya lebih kecil dibandingkan dengan bayi tabung. Ada banyak tahapan yang harus dilalui oleh pasangan ini, pemeriksaan rutin sang ayah dan ibu, mulai dari kesehatan, umur dan tuba atau rahim ibu dan seterusnya. Namun dengan usaha yang gigih akhirnya pasangan ini berhasil mendapatkan buah hati.
Menurut sang ayah, Hari Saputra mendapatkan bayi kembar lima awalnya tidak direncanakan semua kehendak yang diatas. Ada dua pasangan lain yang melakukan inseminasi tetapi gagal, sedangkan pasangan ini berhasil dan sekaligus mendapatkan lima bayi kembar sekaligus.
“Ini berkah Ramadhan yang luar biasa. Awalnya kami tidak merencanakan mempunyai anak kembar lima. Kami hanya berikhtiar saja tergantung yang diatas bagaimana.” Ujarnya kepada awak media yang mengunjunginya Sabtu ini (20/6).
Ia pun menjelaskan dari konsultasi ke dokter kemudian pemeriksaan yang dilakukan sang istri mulai dari pemeriksaan hormon, psikologi dan lain-lain. Ditemukan pula sel telur atau ovarium sang istri kecil kemudian dibutuhkan perawatan khusus menunggu hingga ovarium membesar dan siap dibuahi yang akhirnya proses inseminasi baru bisa dilakukan. 
Proses inseminasi pun tidak bisa langsung lima calon janin ditanam di rahim sang ibu, semuanya bertahap dari dua minggu awal hanya dua calon janin yang ditanam, kemudian dua minggu selanjutnya ditambah dua calon janin dan dua minggu selanjutnya ditanam lagi 1 calon janin jadi total ada lima calon janin yang ditanam dan semuanya berhasil menjadi bayi.
Rencana awal persalinan diperkirakan bulan Juli atau bulan kedelapan masa kehamilan, tetapi mengingat kondisi sang ibu pada kehamilan tujuh bulan dua minggu lebar perut sudah maksimal maka dilakukan operasi. Persalinan terjadi pada tangal 19 Juni 2015 pukul 08.29 WIB melalui operasi cesar di Graha Amerta, yang pertama laki-laki kemudian yang empat selanjutnya perempuan dengan jeda lahir tiap anak sekitar 3-5 menit.
 “Rasa sakit dan bahagia semuanya campur aduk ya. Awalnya yang trisemester pertama dan kedua saya masih bisa jalan-jalan, nonton di bioskop tapi trisemester ketiga yang berat saya sudah pakai kursi roda.” Ungkap sang Ibu Bayi Kembar Lima, Nia Rahmawati.
Ia pun menceritakan pada usia kandungannya tujuh bulan lebih dua minggu sudah tidak bisa jalan, akhirnya harus diobservasi di Graha Amerta supaya dokter bisa observasi lebih lanjut. Dengan tersenyum ia mengungkapkan kegembiraannya yang akan memberikan nama ke anak-anaknya. 
Anak laki-lakinya akan diberi nama Ramadhan, sedangkan anak perempuannya diberi nama Ramadhani karena lahir di bulan Ramadhan. Tetapi nama lengkapnya ia belum bisa memberitahukan, karena masih harus rundingan dengan sang suami dan keluarga. Sedangkan untuk perawatannya ia menjelaskan akan ada keluarga dan pembantu yang membantu merawat bayi kembarnya.
——————————————————-
SABTU, 20 Juni 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti,
Fotografer : Charolin Pebrianti,
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...