BMKG Ambon: Waspada Tinggi Gelombang Lima Meter di Laut Maluku

Kantor BMKG Stasiun Pattimura Ambon
CENDANANEWS (Ambon) – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon, George Mahubessy memberikan warning kepada penyedia maupun pengguna jasa transportasi laut agar mewaspadai tinggi gelombang laut Banda, provinsi Maluku yang mencapai lima meter.
Dikatakannya kepada wartawan di Ambon, Kamis (4/6/2015), tinggi gelombang lima meter itu akan berbahaya bagi pelayaran tradisional maupun Kapal Motor Penyeberangan (KMP), sehingga perlu memperhatikan peringatan dini tersebut.
Dijelaskan, adanya awan gelap (cumulonimbus) di lokasi tersebut memungkinkan bertambahnya tinggi gelombang. Kondisi cuaca ini juga mempengaruhi potensi hujan lebat disertai petir di laut Banda dan perairan Selatan pulau Ambon.
Sementara itu gelombang laut mencapai tiga meter berpeluang terjadi di perairan Kepulauan Kai, Kepulauan Aru, Kepulauan Babar, Kepulauan Tanimbar, pulau Leti dan laut Arafura.
Mahubessy menerangkan, kondisi cuaca maupun tinggi gelombang juga dipengaruhi kecepatan angin di pulau Banda, Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara Barat (MTB) dan Maluku Barat Daya (MBD) lebih dari 35 KM/jam.
Dikatakan, peringatan dini ini sudah diteruskan pula melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sembilan Kabupaten dan dua Kota hendaknya dipatuhi masyarakat.
“Harapan kami jangan memaksakan diri berlayar sekiranya kondisi cuaca ekstrim. Langkah ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya musibah di laut,” anjurnya.
Ia meminta para kepala daerah di Maluku juga mengimbau perusahan penyedia maupun pengguna jasa transportasi laut untuk memperhatikan perubahan cuaca secara ekstrim sehingga tidak memaksakan diri berlayar.
Dijelaskan, dalam kondisi cuaca ekstrim, maka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Ambon berwenang agar tidak memberikan izin berlayar, bahkan sekiranya dipandang perlu aktivitas pelayaran untuk sementara ditutup sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru.
Ia juga meminta, agar para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi jika terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan kapal laut akibat faktor cuaca sebab pertimbangan prioritas adalah keselamatan.
——————————————————-
Kamis, 4 Juni 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Fotografer : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...