BPS : Hindari Kebiasaan Borong Bahan Pangan Jelang Ramadan

Kantor BPS Sumbar
CENDANANEWS (Padang) – Kebiasaan masyarakat menjelang Ramadhan di daerah Sumatera Barat (Sumbar), selalu memborong bahan pangan dengan harapan bisa mencukupi kebutuhan di bulan Ramadhan.
Hal ini ternyata tidak berdampak baik bagi masyarakat, karena dengan alasan yang sama harga-harga tersebut akan melambung tinggi. 
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, menghimbau masyarakat supaya tidak melakukan pembelian besar-besaran terhadap kebutuhan pangan dan kebutuhan pokok lainnya.
“Jangan sampai masyarakat jangan memborong bahan pangan dan bahan kebutuhan pokok, kalau kebutuhan pangan tersebut memiliki harga yang tinggi lebih baik bersabar dulu atau dialihkan kepada kebutuhan lainnya,” ujar Kepala BPS Sumbar Yomin Tofri pada wartawan Kamis (4/6/2015) pagi.
Yomin menjelaskan, jika masyarakat panik dan melkukan pemborongan kebutuhan bahan pangan. Ini akan dimanfaatkan oleh para pedagang untuk melakukan spekulasi harga dan kelangkaan bahan pangan serta penimbunan kebutuhan.
“Begini, jika masyarakat memborong, lalu barang langka dan pedagang menaikkan harga ternyata saat dijual laku. Maka otomatis harga jadi naik dan tetap saja begitu, ini akan merugikan konsumen,” jelasnya.
Kebiasaan memborong jelang ramadhan ini hampir selalu dimanfaatkan oleh beberapa pedagang untuk mencoba menaikkan harga. Jika ini tetap laku, maka menurut Yomin harga tinggi itu akan tetap bertahan hingga akhir libur lebaran.
“Masyarakat sebagai konsumen harus cerdas dan rasional dalam membeli bahan pangan dan kebutuhan pokok,” lanjut Yomin.
Senada dengan BPS, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno juga mengajak masyarakat untuk bisa menahan hasrat untuk membeli dan berbelanja jelang memasuki bulan ramadhan ini agar tidak naikknya angka inflasi di Sumbar.
“Ya, tidak dilarang untuk berbelanja, namun janganlah berlebih-lebihan (memborong) karena itu akan memicu terjadinya inflasi,” Ujar  Irwan, Kamis (4/6/2015) pagi.
Menurut Irwan, dari data statistik pada Ramadhan tahun lalu inflasi Sumbar cukup tinggi. Sehingga untuk mencegah inflasi tersebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar akan menanggulanginya dengan melakukan operasi pasar dan pasar murah, serta upaya lainnya untuk menjaga ketersedian bahan pangan dan kebutuhan pokok.
Meskipun begitu, Pemprov hanya bisa melakukan upaya yang diatas. Namun Irwan beranggapan upaya terbaik dalam pencegahan inflasi adalah dengan mengubah kebiasaan masyarakat yang memborong bahan pangan dan pokok jelang Ramadhan.
——————————————————-
Kamis, 4 Juni 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...