Curah Hujan Tinggi, Warga Kota Ambon Dihantui Bencana

Kelurahan Batu Gajah Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon Provinsi Maluku
AMBON – Musim penghujan yang kini melanda Maluku, warga kota Ambon dihantui ancaman bencana alam semisal banjir dan longsor seperti 25 unit rumah nyaris tertimbun reruntuhan material longsor beberapa waktu lalu.
Sesuai data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon mencatat, ada sembilan (9) titik longsor yang hampir menimbun puluhan rumah warga Kota Ambon termasuk di Negeri Lima Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.
Data titik longsor itu diantaranya kawasan Air Kuning RT 005/RW 18 yang nyaris menimpa 4 rumah, Batu Merah RT 001/RW 14 (2 rumah), BTN Kanawa (2 rumah), Kampung Baru RT 006 – Desa Passo (3 rumah), Ongkoliong – Batu Merah (1 rumah), Kawasan Batu Meja Dalam (3 rumah), Karpan (3 rumah) serta kawasan Kayu Putih depan Aspol yang nyaris menimpa 7 rumah yang berada di Kelurahan Batu Gajah RT 004/RW 04.
Tampak warga di sekitar berupaya seadanya guna mengantisipasi longsor susulan dengan menutup sebagian areal permukaan tanah de­ngan terpal, termasuk membuat saluran drainase darurat.
Sementara itu, di Desa Negeri Lima Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku warga setempat kini was-was akan bencana susulan. Pasalnya, desa Negeri Lima sudah dilanda bencana alam atau terendam air dan lumpur pada 2012 akibat jebolnya bendungan Wai Ela.
Kepala BPBD Kota Ambon Enrico Matitaputty mengatakan, pihaknya sudah turun ke lokasi dan memberikan bantuan berupa terpal kepada warga yang rumahnya terancam longsor.
“Untuk bantuan berupa terpal sudah di­salurkan ke titik-titik longsor.Petugas kami setiap waktu terus melakukan pemantauan,” katanya.
Pemerintah telah menyurati para camat, lurah, kades dan raja guna membantu melaporkan situasi di lokasi masing-masing agar petugas lebih mudah melakukan penang­gulangan bencana.
Ketua RT 004/RW 04 Kelurahan Batu Gajah, D Sapteno mengaku akibat adanya longsor tanah dari kawasan Kayu Putih membuat warga tidak tidur, lantaran khawatir adanya longsor susulan menimpa rumah mereka.
Data yang dihimpun CND di Ambon – Maluku, longsor terjadi akibat pembuangan sampah. Sehingga di musim penghujan seperti warga khawatir akan ancaman bencana alam yang berpeluang melanda mereka.
Salah satu warga Negeri Lima Afriadi meminta kepada pemerintah provinsi Maluku segera melihat masalah ini.
“Harus ada penanggulangan bencana alam di Negeri Lima. Karena kampung kami ini sudah pernah dilanda bencana alam pada 2012. Jika pemerintah lambat, maka Negeri Lima akan kembali menangis seperti tahun 2012 silam,” keluhnya.
Secara terpisah, Kepala Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku, Farida Salampessy, mengatakan pihaknya tetap me­ngantisipasi terjadinya bencana alam.  “Musim penghujan seperti sekarang memang kita selalu siaga,” katanya.
Ia bersama pihaknya belum menerima informasi adanya bencana alam yang terjadi di kabupaten/kota, namun pihaknya selalu berkoordinasi.
“Koordinasi tetap kita lakukan, dan jika ada bencana pasti BPBD Provinsi Maluku diinformasikan,” katanya.
Desa Negeri Lima Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah Pulau Ambon, Provinsi Maluku
——————————————————-
SELASA, 23 Juni 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Fotografer : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...