Diduga Calo, Oknum Perwira Polda Maluku Diperiksa Porpam

Kabid Humas Polda Maluku, AKBP. Hasan Mukaddar

AMBON – Kepolisian Daerah Maluku terus mendalami dugaan praktik calo dalam seleksi anggota Polri yang berlangsung beberapa waktu lalu. Pratik tersebut diduga dilakukan Oknum Biro SDM Polda yang saat ini tengah diperiksa intensif.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Kabid Humas Polda) Maluku, AKBP Hasan Mukaddar mengatakan, soal dugaan calo seleksi anggota Polri sementara masih diusut oleh Propam Polda Maluku. Kasus dimaksud terus diusut karena instruksi langsung dari Kapolda Maluku Brigjen Polisi Murad Ismail.
“Intinya  kasus tersebut sementara masih berproses atau ditangani oleh Propam Polda Maluku,” katanya.
Menyangkut sidang disiplin kata Mukaddar, hal tersebut juga masih berproses. Sambil menunggu putusan pidananya. 
Disebutkan, dalam pengusutan Oknum diduga mempraktekan hal ini bukan hanya pada 2015, namun sudah berlangsung sejak 2014.
“Yang bersangkutan mendapat uang sebesar Rp 7 juta dari korban MT (54) warga Desa Passo Kecamatan Baguala Kota Ambon. Untuk tahun 2015 dia juga mendapat uang sebesar Rp 26 juta dari SK,” bebernya.
Mukaddar mengatakan, atas perintah Kapolda Maluku kasus ini harus diusut hingga tuntas.
Menyangkut kasus ini sejumlah saksi terkait termasuk saksi korban telah diperiksa. Pelaku sendiri juga sementara tengah di­proses.
“Untuk pengusutan baik termasuk saksi korban sudah diperiksa. Untuk tahun 2015 uang yang diambil oleh terduga sebesar Rp 26 Juta, Namun AKP Ihalauw hanya mengembalikan Rp 10 juta, sisanya belum,” ungkapnya.
Sesuai data yang dihimpun CND, Perwira Biro SDM Polda Maluku, AKP Leonard Ihalauw diduga menjadi calo saat seleksi pene­rimaan anggota polri lingkup Polda Maluku.
Bahkan jika terbukti hal tersebut dilakoninya maka resiko yang bersangkutan  bakal dipecat dari status keanggotannya di institusi penegak hukum milik negara tersebut.
Sebelumnya, hal ini juga telah ditegaskan oleh Kapolda Maluku Brigjen Polisi Murad Ismail kepada waratwan di Ambon. Menurut Kapolda Maluku, sementara Oknum masih diperiksa, dan akan dikenakan sanksi tegas.
“Ini persoalan internal. Saya sudah perintahkan yang bersangkutan diperiksa. Selain itu proses kode etik juga berjalan. Kita akan usulkan untuk pem­berhentian tidak dengan hormat (PTDH). Jadi, publik serahkan saja masalah ini kepada kami. Jangankan anggota Polri jadi calo, ada yang mabuk saja kita proses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.
Diduga oknum telah melakoni praktek calo selama dua tahun terakhir. Bahkan atas praktek tidak halal itu yang bersangkutan bias memperoleh keuntungan kala penerimaan calon anggota Polri lingkup Polda Maluku.
——————————————————-
SELASA, 23 Juni 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Fotografer : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...