Dinkes: Program Sanitasi belum Berjalan Baik di Papua

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai
CENDANANEWS (Jayapura) – Dinas Kesehatan Provinsi Papua mengakui perilaku hidup bersih sehat (PHBS) di provinsi Papua terburuk di Indonesia dengan pencapaian nilai 45 dari standar Nasional 75. Hal tersebut dikarenakan program sanitasi tidak berjalan baik di daerah tersebut.
“Saya berkata jujur bahwa program sanitasi lingkungan di Papua terburuk di Indonesia, saya baru dapat raport merah di Jakarta, PHBS Papua sangat rendah,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg Aloisyus Giyai kepada sejumlah wartawan di Kota Jayapura, Selasa (03/06/2015).
Menurutnya, faktor penyebab buruknya program sanitasi di Papua, salah satunya perilaku hidup sehat bersih yang sangat rendah, seperti tidak mencuci tangan sebelum makan, membuang air besar secara sembarang, kurangnya air bersih, membuang sampah sembarangan.
“Program sanitasi di Papua bukan tanggungjawab Dinas Kesehatan saja melainkan lintas sektoral, seperti Lingkungan Hidup dan Pekerjaan Umum, juga Dinas Sosial,” ujarnya.
Dari 3000 kampung di Papua, lanjutnya, diantaranya 35 kampung telah melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), masyarakat yang mengakses air minum hanya 46 persen. Sedangkan, akses terhadap jamban sehat 42 persen.
Berdasarkan target Millennium Development Goals (MDGs) 2015, Papua sudah mencapai 68 persen akses air minum, akses sanitasi mencapai 70 persen. 
“Melihat kondisi ini kita di Papua masih harus mengejar ketertinggalan tersebut. Sinergitas antar pelaku-pelaku sanitasi perlu diutamakan seperti kerja sama antar lintas sektor,” katanya.
Upaya yang akan dilakukan pemda untuk mendapatkan standart penilaian itu, lanjutnya, salah satunya dengan mobile klinik dari rumah ke rumah.  Petugas yang akan diturunkan adalah petugas kesehatan yang tergabung  pada Satgas kaki telanjang, terapung dan terbang. Para petugas itu akan melakukan penyuluhan kesehatan ke kampung-kampung.
“Petugas kami saat ini susah memulai pekerjaannya di lapangan. Para petugas ini akan melakukan pelayanan hingga 8 bulan kedepan,” kata Mantan Direktur RSUD Abepura ini.
——————————————————-
Rabu, 3 Juni 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Fotografer : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...