Festival Randai Pertama Dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbar

Kesenian Randai
PADANG – Sejak nomenkelatur perubahan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dipisah, maka urusan kesenian dan kebudayaan di daerahpun pindah ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, tidak terkecuali Sumatera Barat (Sumbar).
Begitu juga nasib beberapa festival dan ivent kebudayaan lainnya, seperti Festival Randai se-Sumbar. Festival kesenian tahunan ini dahulunya berada dibawah naungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumbar. Namun sejak pemerintahan Jokowi aturan itu berubah.
“Sebenarnya ini festival tahunan, namun semenjak ada perubahan aturan dan nomenkelatur, makan ini festival perdana yang dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbar,” ujar Kepala Seksi Pwmbinaan Kesenian dan Diplomasi Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbar Wismi Lusita, Kamis (11/6/2015).
Festival randai yang diikuti oleh 14 dari 19 Kabupaten dan Kota di Sumbar ini, memperebutkan total hadiah Rp 47.000.000, hadiah tersebut akan diberikan kepada lima penampil terbaik dalam festival tersebut.
“Kita tidak menerapkan ranking, tapi lima penampil terbaik akan mendapatkan hadiah uang pembinaan,” Lanjut Wismi yang juga menjadi Ketua Panitia Fetival tersebut.
Festival randai ini dinilai dari alur cerita, gerak dan kekomunikatifannya dengan penonton. Untuk itu, Maestro seni tari, Eri Mefry dan Tuo (Sesepuh) randai Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto atau lebih akab dipanggil dengan Mak Katik.
——————————————————-
Kamis, 11 Juni 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Fotografer : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...