Gelombang Tinggi, Nelayan Bugel Kulon Progo Beralih Jadi Petani

Perahu Nelayan
KULON PROGO – Tampak beberapa perahu nelayan berjejer di bawah pohon cemara pantai Bugel Panjatan Kulon Progo. Hampir 2 bulan sudah para nelayan yang ada di pantai selatan tidak turun melaut untuk menangkap ikan. Ombak yang besar menjadi halangan bagi mereka untuk melakukan aktivitas mencari ikan.
“Wah kalau tidak melaut sudah hampir 2 bulan lamanya,angin nya ndak tentu,kadang sudah agak menurun tiba tiba kenceng lagi,belum lagi ombak nya besar, lebih baik kami tidak melaut,” ujar Pardimin dan Pun mugiyo, nelayan di pantai Bugel, Panjatan.
Ketinggian ombak cukup bervariasi antara 4 hingga 7 meter dari kondisi normal. Para nelayan memilih untuk banting stir jadi petani Lombok.
“Bertani, dari pada menganggur,” katanya di Kulon Progo, Sabtu (20/6/2015).
Tingginya ombak dan hempasan yang cukup kuat juga membuat abrasi pantai. Pantai yang dulu agak landai untuk merapatkan perahu, kini curam membuat para nelayan merasa susah bila akan menambatkan perahu. Karena lebih jauh dari bibir pantai. Bahkan ada yang mengikat lebih kuat dengan pohon di sekitar TPI.
“Hampir 12m, panjang abrasi nya dari selatan ke utara. Selama nelayan sini tidak melaut, bertani lombok. Cuma sayangnya, harga lombok nya pas turun. 2 hari yang lalu Rp 30rb perKg, Sekarang Rp 24rb perKg,” jelas Pardimin.
Saat di hubungi CND,Kasi Data dan Informasi, BMKG Yogyakarta, Teguh Prasetyo gelombang besar sudah terjadi sejak beberapa lama dengan ketinggian antara 3-4 meter dari kondisi normal. Ini terjadi karena ada tekanan udata di laut panas yang menyebabkan pengupan air panas. Sedangkan kecepatan angin mencapai 27 – 36 km per jam.
“Kita Harapkan para nelayan agar lebih waspada,” kata Teguh Prasetyto.

——————————————————-
SABTU, 20 Juni 2015
Jurnalis       : Mohammad Natsir
Fotografer : Mohammad Natsir
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...