Hakim PN Ambon Tuding Pembunuh Hilda Leuwol Berbohong

Buce Erasmus Batmomolin Terdakwa
AMBON – Majelis hakim pengadilan Negeri (PN) Ambon Kamis (11/6/2015) kembali menggelar sidang kasus pembunuhan Hilda Natalia Louwol alias Nita (korban), dengan terdakwa Buce Erasmus Batmomolin (pelaku).
Dimana almarhum Hilda Nathalia Leuwol (21) yang adalah pegawai honorer di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Nania Ambon Provinsi Maluku itu, ditemukan sudah tidak bernyawa tepatnya di kawasan wisata Pantai Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah, Selasa 11 Maret 2014.
Warga BTN Waitatiri itu ditemukan tidak bernyawa sekitar pukul 11.00 WIT di Desa Liang Kabupaten Maluku Tengah di luar pagar lokasi pantai wisata Liang.
Dari pantauan sidang yang dipimpin Lilik Nuraini (hakim Ketua), didampingi R.A Didik Ismiatun, dan Alex Pasaribu masing-masing selaku hakim anggota menyatakan, kesaksian yang diberikan terdakwa Buce Batmomolin (pelaku), tidak benar atau mengada-ngada alias berbohong karena bertolak belakang dengan keterangan para saksi sebelumnya.
“Anda jangan mengada-ngada. keterangan anda sangat bertolak belakang dengan keterangan saksi lainnya,” ujar majelis hakim mengkonfrontir keterangan terdakwa.
Menurut majelis hakim, mayat korban Natalia ditemukan oleh salah satu anggota TNI AU, disemak-semak seputar kawasan pantai Liang. Namun, dalam keterangannya. Saksi membantah, dan mengaku, korban ditemukan oleh salah-satu dukun alias orang pintar.
Terdakwa Buce mengatakan, saat dirinya mengantar Natalia Leuwol (korban), almarhum mengenakan tas berwarna merah. Tapi, ketika mayat almarhum ditemukan tas tersebut tidak berada di lokasi penemuan jasad korban.
“Mayat ditemukan oleh orang pintar, bukan TNI, dan saat ditemukan, korban tidak lagi mengenakan tas, padahal sebelumnya korban, Natalia, mengenakan tas warnah merah,” kata terdakwa.
Terdakwa mengatakan, saat mayat Hilda Leuwol ditemukan dirinya langsung menghubungi Ambulance untuk mengantar mayat ke rumah sakit Bayangkara, Tantui Ambon. Terdakwa juga mengatakan dirinya menunggu hingga selesai otopsi dilakukan oleh pihak medis Bhayangkara Tantui Ambon.
Sebelumnya, kasus ini dibongkar oleh pihak Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Polda Maluku.
——————————————————-
Jumat, 12 Juni 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Fotografer : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...