Harga Jengkol Dikalianda Lampung Rp 50ribu per Kg

LAMPUNG – Kenaikan harga kebutuhan pokok memasuki bulan Ramadhan terjadi juga pada jengkol. Para penyuka jengkol yang digunakan untuk teman makan nasi baik sudah diolah menjadi rendang, semur maupun masih mentah mulai merasakan kenaikan harga jengkol di sejumlah pasar tradisional di Lampung Selatan Provinsi Lampung. Bahkan saat ini harga jengkol di pasar Inpres Kalianda, Lampung Selatan, mencapai Rp 50 ribu/Kg.
Berdasarkan keterangan salah seorang pedagang kepada media ini di pasar setempat, Juminem (45) kenaikan harga jengkol terjadi semenjak harga harga kebutuhan lain ikut merangkak naik sehingga harga jengkol yang pada bulan sebelumnya hanya pada kisaran Rp 20 ribu/Kg, namun setiap hari berangsur-angsur naik hingga hari ini.
“Saya ingat sebulan lalu menjual jengkol masih murah pada kisaran harga Rp20 ribu namun kini sudah ikut naik karena harga harga kebutuhan lain juga naik,”ungkap Juminem kepada media ini Jumat (26/6/2015).
Penjual lain Sominah (35) mengaku kenaikan harga jengkol tersebut disebabkan dua faktor diantaranya karena sulitnya mendapatkan barang dari petani disekitar Kalianda sebab rata rata komoditas jengkol dari sekitar Kalianda banyak yang dikirim ke Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan pasar selama bulan Ramadhan. Faktor kedua akibat permintaan dari masyarakat semakin tinggi selam bulan Ramadhan.
“Kalau bulan puasa, semua harga pasti naik tanpa terkecuali. Apalagi barang susah dicari sudah pasti tambah melejit mengikuti permintaan pasar” ungkap Sominah.
Tingginya harga jengkol tersebut tidak mempengaruhi harga jengkol yang ada di pasaran. Bahkan meski harga terbilang tinggi namun banyak warga diakui Sominah masih berminat membeli meskipun kuantitas pembeliannya tidak sebanyak pada waktu harga murah.
Sementara itu seorang pembeli,Siti Zubaidah (35) mengaku membeli jengkol sebagai masakan utama, setelah daging dan ikan. Karena akan menambah nafsu makan setelah awal puasa mereka sudah mulau bosan makan daging dan ikan.
“Saya membeli jengkol untuk dimasak menjadi rendang dan juga sambal karena kalau terus terusan menyajikan menu ikan atau daging keluarga juga bosan,”ungkap Ibu Rumah Tangga di Kalianda tersebut.
Hal serupa diakui oleh ibu ruamh tangga lainnya, Zenab  saat ditemui di pasar Kalianda ia  mengatakan selama bertahun tahun jengkol merupakan makanan yang disukai keluarganya terutama saat diolah menjadi makanan yang membangkitkan selera makan.
Meski jengkol memiliki makanan denganaroma khas namun selama bulan puasa tidak mengurangi minat keluarganya menjadikan menu utama. Padahal harga jengkol saat ini sudah melampaui harga ayam potong yang hanya sekitar Rp 35 ribu/Kg.
——————————————————-
JUMAT, 26 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...