Harga Kebutuhan Pokok Melambung Sejak Awal Ramadhan di Agam

Pasar Tradisional
AGAM – Harga-harga kebutuhan pokok di Kabupaten Agam, Sumatra Barat melonjak tinggi sejak awal Ramadhan, hal tersebut berdasarkan dari informasi yang dikumpulkan dari beberapa pedagang di pasar tradisional. Mereka mengeluhkan harga yang tinggi saat mengambil barang dari distributor.
Harga kebutuhan pokok seperti sayur mayur, cabai, gula, daging, tomat dan kebutuhan lainnya.  Isuih, salah seorang pedagang sayur mengatakan, rata-rata harga sayur naik Rp 1.000. Kalau untuk harga cabai melambung tinggi hingga naik sebesar Rp 20.000.
Dari informasi di Pasar Baso, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam. Pada hari kelima Ramadhan 1436 Hijriyah, harga cabai mencapai Rp50.000 perkilogram. Sementara pada Jum’at (19/6/2015), harga cabai hanya Rp40.000 perkilogram.
Ambri (26), salah seorang pedagang menyebutkan, karena permintaan cabai sangat tinggi pada Ramadhan, sehingga ketersediaan di pedagang pengumpul menipis. Selain harga cabai merah, harga tomat juga naik dari Rp8.000 perkilogram, menjadi Rp13.000 per kilogram.
“Kami terpaksa menaikkan harga, karena dari distributor juga naik,” jelas Ambri, Senin (22/6/2015) pagi.
Harga daging juga naik, dari yang semula Rp 110.000, naik menjadi Rp 125.000 perkilogramnya.
“Harga ini bisa menembus Rp 150.000 perkilogram, ini karena harga penjualan sapi potong dari peternak juga tinggi.  Kemungkinan harga ini bisa bertahan hingga Idul Fitri,” ujar Jal (29), salah seorang penjual daging.
Lain halnya, di pasar Palupuah. Di pasar tersebut harga gula melambung tinggi, ini dikarenakan kelangkaan gula. Yosi (35) salah seorang pedagang barang harian, menyatakan harga gula juga yang biasanya hanya  Rp 10.000 perkilogram menjadi Rp 15.000 perkilogram. Sedangkan harga minyak goreng curah dari Rp10.000 perkilogram menjadi Rp12.000 perkilogram.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Agam, Muhammad Abril, tidak berkilah. Ia mengakui kenaikan harga bahan kebutuhan pokok, tersebut bukan karena tidak cukupnya persediaan kebutuhan bahan pokok pada Ramadhan. Namun lebih kepada kenakalan para pedagang.
“Ingat bulan Ramadhan, jangan curang. Harga jangan dimainkan sesuka hati,” pungkas Abril.

——————————————————-
SELASA, 23 Juni 2015
Jurnalis       : Muslim abdul rahmad?
Fotografer : Muslim abdul rahmad?
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...