Hindari Penyakit, Pemprov Tolak Daging Impor Masuk NTB

Warga nampak sedang berbelanjan di pasar Tradisonal Mandalika Kota Mataram
MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menolak adanya rencana pemerintah pusat melakukan impor daging dari sapi dan kerbau dari Australia masuk NTB melalui skema Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)
“Itu dilakukan sebagai wujud menghindari penyakit, daging impor untuk NTB tidak ada, saya tolak kemarin memasukan sapi potong melalui APBN. Karena kita ingin mempertahankan status bebas penyakit sehingga banyak provinsi lain yang meminati sapi NTB,” kata Kepala Dinas Peternakan, Budi Septiani di Mataram, Minggu (21/6/2015).
Menurutnya, pihaknya justru mendorong agar alokasi dana kerbau ditingkat nasional bisa diperoleh dari lokal. Sehingga, pihaknya berhasil mendapatkan 200 kerbau. Perputaran dana untuk mengirim sapi ke berbagai daerah dari NTB mencapai Rp 364 miliar selama tahun 2014.
Dirinya menambahkan stok sapi potong di bulan Ramadhan hingga Lebaran nanti relatif tercukupi. Bahkan, pihaknya melakukan pengiriman sapi potong keluar daerah seperti Jakarta.
“Ketersediaan sapi potong pada 2015 mencapai 129 ribu ekor. Kemudian yang dikirim ke luar daerah mencapai 40 ribu termasuk ke Jakarta. Sehingga, tidak ada masalah terkait ketersediaan daging,” ujarnya.
Menurutnya, populasi sapi potong di NTB terhitung 2013 mencapai 1 juta lebih ekor sapi. Dimana, kebutuhan konsumsi rata-rata pertahun mencapai 65 ribu dan diprediksi meningkat seiring pertumbuhan masyarakat.
Ia menuturkan, untuk Sapi Bibit sendiri yang dikirim ke luar daerah mencapai 10 ribu ekor, dengan potensi mencapai 39 ribu ekor dan hanya dikirim 5-7 persen sapi bibit ke Kaltim, Kalbar, Kalsel, Jambi
“Terkait dengan harga sapi potong yang cenderung naik di bulan Ramadhan. Pihaknya mengaku tidak bisa mengintervensi pasar. Sebabnya, salah satunya adalah kondisi sapi NTB yang banyak diminati masyarakat,”katanya.
Dirinya menambahkan, kebijakan larangan pengiriman sapi NTB melalui Bali sudah tidak berlaku. Sebab, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kadis pertenakan Bali, bisa lewat. Tapi yang diharapkan lewat Bali itu daging
“Untuk persediaan daging selama ramadhan sampai lebaran kita bisa pastikan tidak akan ada kelangkaan sapi potong, karena persediaan di NTB sudah lebih dari cukup, malahan kita yang ekspor sampai ke Pulau Jawa,”katanya.
——————————————————-
MINGGU, 21 Juni 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Fotografer : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...