Impor Disinyalir Jadi Penyebab Harga Kedelai Petani di NTB Murah

Beberapa petani nampak sedang memanen kedelainya yang telah menguning
LOMBOK –  Adanya impor dari luar disinyalir menjadi penyebab harga kedelai petani di NTB khususnya di Lombok murah, meski kualitasnya pada musim panen tahun ini cukup bagus.
Petani kedelai asal Desa Banyu Urip, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Rahmat mengatakan, kualitas dan hasil panen kedelai petani hampir sebagian besarnya cukup bagus dan memuaskan, tapi sangat berbanding terbalik dengan harga jual di pasaran yang masih jauh dari harapan serta tidak sebanding dengan tenaga dan biaya yang dikeluarkan.
“Harga kedelai di pasaran masih jauh dari harapan, sangat tidak sebanding antara harga dengan biaya dikeluarkan petani, apalagi dengan kualitas kedelai dihasilkan juga cukup bagus dan memuaskan. Dengan harga yang sekarang, bukannya keuntungan didapatkan malah bisa mengalami kerugian” kata Rahmat di Lombok Tengah, Selasa (9/6/2015).
Petani lain asal Desa pengembur, Saimah mengatakan, harga kedelai musim panen tahun ini tergolong cukup murah, yaitu hanya 5.000 rupiah perkilonya, padahal kualitas biji kedelai yang dihasilkan petani sangat bagus karena tidak sampai terkena hama penyakit.
Saimah menduga harga kedelai murah di pasaran karena banyaknya kedelai impor dari luar yang masuk ke NTB tanpa kendali dengan harga murah, sehingga mengakibatkan harga kedelai petani di NTB, khususnya di Lombok menjadi murah.
“Bingung juga kita sebagai petani dengan harga kedelai di pasaran sekarang, mau menjual dengan harga yang sekarang keuntungan didapatkan jauh dari harapan, tapi kalau tidak dijual kedelainya mau dikemanakan, kalau disimpan terlalu lama bisa rusak,”katanya.
——————————————————-
Selasa, 9 Juni 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Fotografer : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...