Investor Lirik Petani Kakao Kabupaten Seram Bagian Timur

Kegiatan praktek lapangan petani kakao SBT di perkebunan kakao milik PT. Sumber Daya Wahana (member of Olam Internasional) di Desa Siatele, Kabupaten Maluku Tengah
AMBON – Terobosan jitu kini dilakukan Sekretariat Smallholder Livelihood Development Project (SOLID) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku untuk  melakukan kerjasama dalam hal pengembangan value chain (rantai nilai) pemasaran hasil budidaya kakao.
PT. Sumber Daya Wahana (Member of Olam Internasional) yang berkedudukan di Desa Siatele, Kabupaten Maluku Tengah  telah menyepakati untuk membeli hasil produksi berupa kakao fermentasi yang akan diproduksi kelompok tani binaan SOLID di Desa Rukun Jaya dan Jembatan Basah, Kabupaten SBT.
Keinginan untuk membeli hasil kakao fermentasi milik petani kakao binaan  program SOLID di dua desa tersebut, merupakan lanjutan dari komitmen kerjasama  yang pernah dibangun kedua pihak pada  2014 lalu.
PT. Sumber Daya Wahana (member of Olam Internasional) yang merupakan salah satu perusahaan pengekspor produk kakao dunia, bukan saja akan membeli hasil produk kakao fermentasi dari petani SBT, tapi juga akan megawal kerjasama tersebut dengan langsung terjun membina kelompok-kelompok tani yang kini tengah dibina program SOLID.
Program pembinaan ini akan dilakukan dengan memanfaatkan  dana yang bersumber dari Corporate Social Responsibelity (CSR) atau dana hasil perusahaan yang akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
“Kita juga berkeinginan untuk membangun kemitraan dengan kelompok-kelompok tani yang sudah dibina dalam program SOLID, sehingga kedepan bukan saja soal pemasaran yang akan kami lihat, tapi juga terkait dengan bantuan berupa teknik budidaya dan juga saprodi kepada mereka,” demikian kata General Manager (GM) PT. Sumber Daya Wahana (member of Olam Internasional),  Mr. Hari Dass.
Dalam kesempatan tersebut Hari Dass menyampaikan, pihaknya sangat berkeinginan untuk menjalin kemitraan dengan para kelompok tani yang kini tengah mengusahakan budidaya kakao di dua desa tersebut.
Keinginan tersebut didasarkan pada kondisi real yang terjadi di dua desa tersebut, terkait dengan model dan teknik budidaya kakao yang kini mulai dijalankan kelompok-kelompok tani binaan SOLID.
“Kita sangat merespon adanya kerjasama ini, karena apa yang sudah dilakukan petani-petani di SBT sangat memuaskan terutama terkait dengan penanaman benih unggul dan pola budidaya yang dilakukan,” tandasnya.
Pria asal India dan  berkebangsaan Malaysia ini juga menyampaikan kesiapan pihakanya untuk melakukan kerjasama bukan saja pada proses pasca panen berupa pemasaran. Namun lebih dari itu PT. Sumber Daya Wahana (member of Olam Internasional) juga melirik adanya potensi  investasi jangka panjang berupa membangun kemitraan dengan kelompok tani.
Menanggapi adanya rencana tersebut, pihak IFAD sebagai lembaga donor dari Bank Dunia yang mendanai seluruh kegiatan SOLID di provinsi Maluku dan Maluku Utara, juga memberikan apresiasi positif atas rencana tersebut.
“Ini adalah model kerjasama yang sangat kita inginkan kedepan, agar petani miskin di daerah ini mampu bangkit menjadi lebih baik sesuai konsep pemberdayaan yang kita konsepkan. Kita sangat sepakat atas rencana investasi di bidang pemasaran kakao ini,” ungkap Charles Jurgen.
Jurgen juga menegaskan dengan adanya rencana masuknya investor dalam pengembangan Value Chain ini, pihaknya akan menetapkan Kabupaten SBT sebagai model atau pilot projeck kegiatan SOLID di provinsi Maluku dan Maluku Utara kedepan.
Dengan dijadikan binaan SOLID Kabupaten SBT sebagai model pengembangan rantai nilai untuk komoditi kakao kedepan, akan mampu menciptakan peluang usaha bagi petani di sejumlah desa di SBT.
Dalam kunjungan tersebut, Tim IFAD dan SOLID pusat juga mengunjungi sejumlah kebun kakao milik petani di Desa Jembantan Basah dan Rukun Jaya.
Dalam kunjungan tim melihat langsung prospek pengembangan kakao kedepan, sekaligus meninjau pusat pembibitan kakao dan klinik kakao yang dibangun SOLID di dua desa tersebut.
Hadir dalam pertemuan tersebut pihak Internasional Fund for Agricultural Developmen (IFAD) yang diwakili,  Charles Jurgen (konsultan asal Belanda), Asisten Value Chain SOLID Pusat,  Sigit Subandrio,  Koordinator SOLID Provinsi Maluku Basir Wattiheluw, SP,  Asisten Pertanian SOLID Kabupaten SBT Syafrudin Bugis, SP dan Direktur Yayasan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (YPPM) Abdul Gani Pabanyo, Juni 2015.
Kegiatan Study Banding Petani Kakao SBT di Kabupaten Luwu, Sulawessy Selatan. Kunjungan ke kebun milik petani
——————————————————-
KAMIS, 18 Juni 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy 
Fotografer : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...