Jalan Simpang Gayam – Simpang Lima Lampung Rusak Parah

Pengendara harus berhati-hati melewati Jalan Simpang Gayam-Simpang Lima
LAMPUNG – Kondisi kerusakan jalan di ruas Simpang Tetaan Kecamatan Penengahan hingga Simpang Lima Kecamatan Ketapang Lampung Selatan semakin memrihatinkan. Bahkan kondisi tersebut semakin diperparah dengan banyaknya lubang yang pada saat hujan dipenuhi dengan air serta debu saat musim kemarau. Jalan alternatif penghubung dua kecamatan tersebut pun bahkan puluhan kilometer rusak di beberapa titik.
Kondisi kerusakan jalan yang terjadi selama beberapa tahun tersebut hingga kini belum mendapat perbaikan di beberapa titik. Dari informasi yang dihimpun media CND, perbaikan kerusakan jalan ruas Provinsi Lampung tersebut yang mencapai panjang sekitar 12 kilometer telah dimasukkan dalam anggaran pemerintah sebesar Rp 9 Milyar dari APBD 2015.
Salah satu warga di Desa Karangsari Kecamatan Ketapang Solahudin (37) mengaku kondisi jalan di ruas tersebut seperti terabaikan dan terkesan “dianaktirikan”. Alasannya beberapa ruas jalan di Jalan Lintas Sumatera mendapat berbagai perbaikan sementara ruas jalan penting tersebut kerapkali rusak namun tak mendapat penanganan.
“Kalau jalan ruas Jalan Lintas Sumatera beberapa malah justru dirigid semen sementara di ruas jalan ini aspalnya selalu rusak setiap tahun,”ungkap Solahudin kepada media CND, Sabtu (20/6/2015).
Bahkan dari pantauan CND, di ruas Desa Tetaan Kecamatan Penengahan material berupa tanah dan batu yang sedianya dipergunakan untuk penimbunan dibiarkan terbengkelai. Sementara lubang yang menganga masih dibiarkan berlubang. Tanah menggunung tersebut dibiarkan dan tak diratakan oleh instansi terkait.
“Banyak material batu serta tanah yang mau digunakan untuk menguruk tapi tak segera dikerjakan justru malah menjadi penghalang di jalan dan membahayakan pengguna kendaraan,”ungkap salah satu warga Tetaan, Amir. 
Padahal menurut Amir, jika tanah serta batu timbunan tersebut segera diratakan oleh instansi terkait maka lubang lubang yang ada di ruas jalan tersebut akan menjadi rata. Akibatnya lubang yang ada membuat kendaraan kendaraan kecil mengalami kesulitan saat melintas di jalan tersebut.
“Tak jarang warga harus berhati hati saat malam hari melintas di jalan alternatif ini karena selain banyak lubang juga banyak material timbunan yang tak disingkirkan,”ungkap Amir.
Amir menyayangkan kondisi jalan tersebut tak segera diperbaiki sebab seperti tahun sebelumnya arus lalu lintas saat mendekati lebaran akan semakin padat karena banyak yang akan pulang kampung menggunakan ruas jalan tersebut.

——————————————————-
SABTU, 20 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...