Jamaah Tiga Negara Berkumpul dalam Satu Mushola di Kota Jayapura

Jamaah asal PNG, Malaysia dan Indonesia sedang menunggu bedug buka puasa di Mushola Asso, Kampung Meteo, Angkasa, Kota Jayapura, Papua 
JAYAPURA – Mushola Asso, Kampung Meteo, Angkasa, Distrik Jayapura Utara satu mushola yang dikunjungi belasan jamaah dari Negara Papua New Guinea dan Malaysia. Kunjungan tersebut terjalin melalui buka puasa bersama sekaligus sholat berjamaah muslim sekitar.
Sulaiman (16) salah satu mualaf dari 12 warga Papua New Guinea (PNG) mengaku dirinya baru menganut agama Islam, datang ke Kota Jayapura, Papua, Indonesia untuk perdalam ajaran islam di salah satu pesantren yang ada di ibukota provinsi Papua.
Ia yang baru masuk Islam beberapa bulan lalu, mengaku dirinya terpanggil untuk menganut agama Islam. Dia masuk ke agama Islam saat menerima dakwah dari pendakwah asal Australia dan Malaysia.
“Tentunya saya belum paham dan masih perlu belajar banyak soal Islam. Jadi, saya datang ke Papua, Indonesia untuk belajar di pondok pesantren. Kami yang dari PNG ke sini ada 7 orang laki-laki dan 11 perempuan. Semuanya sudah mualaf,” kata Sulaiman usai berbuka bersama dan sholat magrib di Mushola Asao, Selasa (01/07/2015) petang.
Pria yang tinggal di provinsi Chimbu, PNG ini terus mendalami ajaran agama Islam dan memperdalam membaca Al Quran, dirinya didampingi para jamaah dari pondok pesantren asal Magelang, Jawa Tengah. 
“Saya, sejak di PNG sudah tidak sekolah. Saya ingin belajar agama Islam di sini, yang datang saat ini hanya beberapa saja. Nama islam saya Sulaiman, waktu saya masih nasrani nama saya Junea. Nanti juga akan datang kurang lebih 100 mualaf dari PNG untuk mendalami agama islam di sini,” kata pria yang fasih berbahasa Indonesia itu.
Sebelumnya, ia bersama jamaah lainnya tiba di Papua, Indonesia dengan menggunakan pesawat terbang. Menurutnya, ada 100 jamaah juga yang telah datang dari negara asalnya. 
“Seratus orang mualaf kemarin sudah ada datang juga, tapi sudah balik lagi ke PNG,” ujarnya.
Muhammad Afiq bin Muhammad (23) mengatakan dirinya berasal dari Malaysia dan ingin belajar Islam di Indonesia, tepatnya di salah satu pondok pesantren yang ada di Magelang, Jawa Tengah. Ia bertandang ke Indonesia sejak setahun, tepatnya sebelum Idul Fitri (Lebaran) tahun 2014 lalu.
“Kebetulan ada libur selama empat bulan di pondok, kami yang berasal dari Malaysia sebanyak tiga orang melakukan dakwah di Papua, saya sendiri berdakwah di Kota Jayapura sekaligus mendampingi para mualaf dari PNG,” kata Afiq.
Sementara, lanjutnya, dua orang temannya melakukan dakwah di Kabupaten Sarmi, Papua. Dirinya ingin berbagi ilmu Islam dan mengajar secara mendalam cara membaca Al Quran bagi warga muslim di Papua.
“Sebenarnya saya dan dua teman saya hanya di Sarmi, tetapi kebetulan ada mualaf dari negara PNG yang membutuhkan bimbingan soal Islam dan lainnya, sehingga saya yang ditunjuk tuk mendampingi mereka,” jelasnya.
Dirinya mengakui semangat dari para mualaf warga asal PNG yang begitu komit tuk belajar Islam, terutama dalam membaca ayat-ayat Al Quran. 
“Mereka masih belajar baca Al Quran dari Iqra dulu, selebihnya mereka sendiri secara perlahan mulai mengerti cara membaca dengan benar. Subhanallah, tekad mereka untuk belajar Islam melebihi kami yang sudah menganut agama Islam sejak lahir. Di Papua ini keharmonisan antar umat beragama sangat kuat, saya sangat salut,” katanya.
Ketua Komunitas Muslim Pegunungan Tengah asal Wamena di Kota Jayapura, Hadiman Asso (48) mengaku sangat terharu dengan adanya kunjungan beberapa warga muslim yang berasal dari Negara PNG dan Malaysia ke Mushola yang notabene berada di sudut Kota Jayapura tersebut.
“Saya sangat bangga sekali. Kami pikir mushola ini sangat kecil, tapi dengan kedatangan dari jamaah dari berbagai negara ini, membuat saya dan warga disini sangat senang dan bangga,” tutur Hadiman disela-sela menerima kunjungan bakti sosial dari puluhan jurnalis yang ada di Kota Jayapura, jelang berbuka puasa, Selasa petang.
Ia mengakui juga, saat berbuka bersama warga muslim, jurnalis dan aparat kepolisian dari Humas Polda Papua, hadir pula jemaah asal negara PNG dan Malaysia serta para pesantren dari Magelang, Jateng.
“Warga muslim asal Wamena di lingkungan mushola ini semuanya telah menganut Islam sejak lahir, mualaf yang dari PNG tadi datang dengan senang hati, saya juga sangat senang sekali, Alhamdulillah,” ujarnya.

——————————————————-
SELASA, 30 Juni 2015
Jurnalis       : Indrayadi Thamrin Hatta
Fotografer : Indrayadi Thamrin Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...