Jawa Timur Siap Menampung Limbah B3 Freeport

Dewi J. Putriatni
SURABAYA – Kesiapan Jawa Timur dalam pembangunan pabrik pemurnian dan pengolahan mineral (smelter) freeport mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur Jawa Timur. 
Hal ini dinilai karena Jawa Timur siap menerima limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) untuk diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi. Limbah itu dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku membuat semen dan pupuk di Jawa Timur.
Menurut Pak de Karwo sapaan akrab Gubernur Jawa Timur, limbah asam sulfat dan plak, serta gipsum dari freeport bisa menjadi B3. Di daerah lain belum siap menerima limbah B3, sedangkan Jawa Timur siap dan mampu dengan infrastruktur yang ada mampu mengolah limbah B3 menjadi bahan pembuatan semen dan pupuk. 
Seperti asam sulfat dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk di petrokimia sedangkan keraknya untuk semen Indonesia. Hal tersebut juga diamini oleh Dewi J. Putriatni, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Timur.
“Saya menginginkan tembaga dapat menjadi domestic market obligation untuk Jawa Timur dan freeport setuju”. Jelasnya kepada awak media. Kamis (11/6/2015).
Tempat pembuatan smelter di daerah reklamasi seluas delapan hektar dan sudah dianalisis semua untuk amdalnya. Harapannya dengan adanya pembangunan smelter di Jawa Timur dapat menyerap tenaga kerja 400 orang dalam menjalankannya sedangkan sebelum pembuatan smelter dapat menampung mencapai 3000 an orang.
——————————————————-
Kamis, 11 Juni 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Fotografer : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...