Jelang Ramadan, Sumbar surplus Beberapa Bahan Pokok

Pedagang Sedang meimbang cabe merah
PADANG – Menjelang Ramadan, produksi beberapa bahan yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat diprediksi melebihi dari hasil yang biasanya (surplus), diantaranya cabai merah, bawang, beras dan lainnya.
“Tahun ini kita panen raya dan surplus bawang, cabai dan kebutuhan pangan lainnya,” ujar Mudrika pada media ini, Jum’at (5/6/2015).
Dari data yang dimiliki oleh Disperindag, beberapa bahan pangan bahkan mengalami surplus. Sehingga Sumbar tidak memerlukan impor bahan pangan karena stok untuk  masyarakat mencukupi hingga pertengahan bulan Ramadhan.
Disebutkan, komoditi cabai, Sumbar akan panen raya dalam waktu dekat. Begitu juga dengan stok komoditi bawang juga mencukupi, bahkan surplus.
Mudrika menjelaskan, untuk cabai merah stok selama Ramadhan diperkirakan 4. 320 ton, sedangkan kebutuhan 3. 006 ton, sehingga masih surplus 1.254 ton. Lalu Bawang merah stoknya 3.644 ton, kebutuhan pasar 1.837, jadi surplusnya 1.807 ton.
Selain cabe dan bawang, Sumbar juga mengalami surplus 95.000 ton beras. Ini dikarenakan kebutuhan Sumbar hanya 45.000 ton, sedangkan stok yang ada sebanyak 140.000 ton.
“Minyak goreng, kita juga surplus, sebanyak 800 ton. Sedangkan stok perbulannya 8.800 ton, kebutuhan 8 ribu ton. Lalu Daging sapi, jumlah stok 969 ton, kebutuhan 695 ton, sehingga surplus 274 ton. Sementara untuk kondisi harga pada beberapa komoditi pokok seperti cabai dan bawang memang mengalami kenaikan harga. Kenaikan itu di kisaran Rp2.000 per kilogram,” jelas Mudrika.
Namun, meskipun beberapa bahan pangan surplus dan akan panen. Tetap saja tidak tertutup kemungkinan pada pertengahan Ramadhan Sumbar harus  memasok bahan pangan dari luar daerah. 
Dari pantauan, di dua pasar Kota Padang, Pasar Raya dan Pasar Alai Kota Padang Harga cabai yang sebelumnya Rp24.000 per kilogram hari ini menjadi Rp26.000 per kilogram. Sementara untuk komoditi bawang harganya Rp28.000 per kilogram untuk dua pasar tersebut.
“Itu hanya sementara, setelah panen ini, harga akan kembali normal. Kami selalu melakukan inspeksi ke pasar-pasar. Namun gula memang mulai langka di semua pasar yang kami telusuri,” pungkas Mudrika.
——————————————————-
Jumat, 5 Juni 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Fotografer : Ferry Cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...