Jelang Ramadhan, Harga Sembako Masih Stabil di Kulon Progo

Pemantauan Harga Pasar
KULONPROGO – Untuk melihat inflasi yang terjadi menjelang bulan Puasa terhadap bahan kebutuhan pokok. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemda DIY turun langsung ke Pasar Wates untuk melihat tingkat inflasi. Langkah TPID antara lain memastikan keamanan pasokan bahan pokok, memastikan kelancaran distribusi, keterjangkauan harga,  dan edukasi pada konsumen.
Menurut Didik Purwadi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah DIY, informasi yang didapat dari pedagang menjelaskan bahwa pasokan saat ini dirasa masih cukup. 
“Diharapkan kepada masyarakat, supaya mengkonsumsi kebutuhan secukupnya, tidak menimbun bahan makanan pokok dan tidak mengkonsumsi secara berlebihan. Karena penimbunan bahan pokok bisa menimbulkan kepanikan dan situasi kacau”. Ujar Didik Purwadi.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIY Arief Budi Santosa menjelaskan bahwa saat ini TPID sedang melihat kenaikan harga bahan pokok, apakah masih wajar atau tidak terkait dengan siklusnya. Dimana masing-masing komoditas memiliki siklusnya sendiri-sendiri.
“Jadi kita melihat apakah masyarakat masih mampu dengan kenaikan harga yang terjadi, tadi saat disurvei para pedagang mengatakan masih, karena harganya masih wajar,” kata Arif. 
Ditambahkannya, fluktuasi harga dengan kabupaten lain di DIY hampir sama dan memiliki pola  yang sama.
Asisten Perekonomian Pembangunan dan SDA Kabupaten Kulon Progo, Triyono,menjelaskan bahwa untuk memperlancar tugas tim, TPID Kabupaten mensuport TPID Provinsi. 
“TPID Kulon Progo juga sudah melakukan survei. Hasilnya dari tanggal 11 Mei, 4 Juni, dan 10 Juni relatif hampir semua harga stabil, kecuali cabe merah yang ada kenaikan cukup signifikan dari Rp 25 ribu per kilo dan saat ini menjadi Rp 30 ribu per kilo. Cabe merah keriting dari Rp 16 ribu, turun menjadi Rp 14 ribu dan naik lagi menjadi Rp 20-23 ribu per kilo, cabe rawit merah dari Rp 19 ribu naik menjadi Rp 20 ribu dan saat ini menjadi Rp 20 ? Rp 25 ribu per kilo,” kata Triyono. 
Ditambahkannya, tim kabupaten melaksanakan pemantauan tiap minggu, termasuk distrbusi dan keterjangkauan harga oleh masyarakat. Namun saat ini belum ada rencana operasi pasar karena harga relatif stabil, jika memang harganya sulit dijangkau kemungkinan nanti ada operasi pasar.
——————————————————-
Kamis, 11 Juni 2015
Jurnalis       : Mohammad Natsir
Fotografer : Mohammad Natsir
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...