Jelang Ramadhan Kadisnak Berharap Harga Daging Stabil

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Dessy Romas
CENDANANEWS (Lampung) – Menjelang bulan suci Ramadhan 2015 harga-harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Kenaikan tersebut juga dialami pada komoditas daging. Harga daging sapi di beberapa pasar tradisional di Lampung pun mulai mengalami kenaikan terutama dengan semakin banyaknya permintaan.
Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Dessy Romas, permintaan akan daging cukup wajar saat bulan puasa terutama warga banyak yang melakukan syukuran untuk persiapan menghadapi bulan suci tersebut. Selain itu lonjakan harga daging juga akan terjadi saat Idul Fitri yang akan terjadi di bulan Juli mendatang.
“Itu terjadi mengikuti hukum pasar, namun bukan berarti kita tidak melakukan antisipasi, kita sudah melakukannya dengan melakukan pasar murah daging serta sidak ke pasar-pasar,” ungkap Dessy Romas saat dikonfirmasi Cendananews.com Senin (1/6/2015).
Berdasarkan pantauan, harga sapi hidup di sejumlah pasar di Lampung saat ini rata rata berkisar Rp38.300 per kilogram, sementara sebelumnya mencapai Rp36.500 per kilogram.
Sementara harga daging sapi kini masih di kisaran Rp85.000,- perkilogram hingga mencapai Rp95.000,- perkilogram. 
Ia berharap harga daging sapi tidak akan melebihi harga Rp100ribu per kilogram (kg) di pasaran terlebih Provinsi Lampung menjadi salah satu lumbung ternak dengan adanya beberapa peternakan sapi pedaging serta peternakan sapi jenis ongole di Lampung Selatan.
Bahkan Dessy mengungkapkan, stok sapi di Lampung hingga bulan Juni ini mencapai hampir 600 ekor. Jumlah sebanyak itu siap dipotong hingga akhir tahun 2015 sebanyak 280 ekor dan terdiri dari sapi lokal dan sapi impor. 
Dessy juga mengaku tak bisa memprediksi kebutuhan akan daging sapi menjelang bulan puasa dan Idul Fitri mendatang, namun sejak beberapa tahun terakhir Lampung telah mengimpor sapi karena kebutuhan sapi lebih besar dibandingkan stok yang ada.
Sementara itu terkait maraknya pengoplosan daging sapi dengan daging lain diantaranya daging babi. Dessy mengungkapkan konsumen agar lebih berhati hati dalam membeli daging sapi di pasaran.
“Pembeli sebaiknya mengetahui ciri khas dan karakter jenis daging sapi sehingga jika dioplos dengan jenis daging lain contohnya daging babi maka bisa membedakannya,” ungkap Dessy.
Ia juga mengaku telah melakukan sosialisi kepada masyarakat agar membeli daging dengan standar ASUH yakni singkatan dari Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.
Aman mengandung arti bahan pangan asal hewan(daging) tidak mengandung bahaya-bahaya biologis, kimiawi, dan fisik atau bahan-bahan yang dapat mengganggu kesehatan manusia. Contohnya pada ayam bebas dari vaksin atau bebas dari panyakit.
Sehat mempunyai arti bahwa bahan pangan asal hewan(daging) harus mengandung bahan-bahan yang diperlukan dalam tubuh dapat menyehatkan manusia atau bahan pangan tersebut harus baik untuk kesehatan. Contohnya pada tanda-tanda daging sehat. Biasanya pada daging sehat mempunyai kriteria sebagai berikut: bersih, terang/mengkilap, warna cerah, lapisan luar daging kering. Berasal dari rumah potong hewan (RPH). 
Selain itu ada cap pemeriksaan dari pemerintah setempat. Daging yang sudah ditiriskan (dilayukan), tidak berdarah. Aroma/bau tidak amis dan tidak bau asam atau busuk. Daging masih elastis dan tidak kaku.
Dan contoh daging yang tidak sehat itu biasanya pada daging ayam yang mengandung formalin. Ciri-ciri dagingnya yaitu berwarna putih mengkilat, konsistensi daging sangat kenyal, permukaan kulit tebal, bau dagingnya khas formalin, dan biasanya tidak dihinggapi oleh lalat.
Utuh mengandung arti bahwa bahan pangan asal hewan tersebut daging tidak dikurangi atau dicampur dengan bahan lain. Contohnya daging yang masih segar. Mengetahui daging yang masih segar dilihat dari bentuk, warna dan kandungan airnya.
Halal, yakni hewan yang dipotong sesuai dengan pemotongan daging yang ada dalam agama Islam.
——————————————————-
Senin, 1 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...