Jelang Ramadhan, Produk Kadaluarsa Masih Beredar di Ambon

AMBON – Produk kadaluarsa masih beredar luas di kawasan Pulau Ambon Provinsi Maluku. Dari pengawasan yang dilakukan Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Maluku menemukan 13 sarana yang masih memasarkan produk kadaluarsa bahkan tanpa mengantongi ijin edar.
BPOM Kepala Maluku Sandra Linthin, menjawab wartawan di Ambon Jumat (12/6/2015) mengatakan pemeriksaan sarana dan produk dilakukan di 28 sarana dan 13 sarana diantaranya adalah distributor, swalayan dan toko khusunya di Pulau Ambon pihaknya menemukan 33 jenis produk (758 kemasan) yang rusak dan kadaluarsa.
Kepala Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM)
Provinsi Maluku, Sandra MP Linthin
Dikatakan, sesuai pemeriksaan dan pengawasan yang dilakukan selama tujuh pekan dalam empat tahap menjelang bulan suci Ramadhan hingga setelah Idul Fitri nanti, didapatkan adanya barang kadaluarsa/rusak dan tidak memenuhi ketentuan yakni tidak memiliki label dan menggunakan bahasa asing, tidak memiliki ijin edar serta kebersihan dan kenyamanan toko.
“Pengawasan dari 22 Mei 2015 lalu dan direncanakan hingga 10 Juni 2015, BPOM menemukan ratusan jenis produk yang kadaluarsa atau rusak dan tidak memiliki ijin edar seperti biskuit, bumbu masak, margarin, serta minuman ringan,”katannya.
Menurut Sandra Lintihin pengawasan difokuskan di tingkat distributor kemudian ke pengecer untuk memastikan tidak ada pelaku usaha yang menjual pangan yang menyalahi ketentuan.
“Sebelum turun lapangan kaitannya guna pengawasan, kami telah menyurati pelaku usaha untuk memperhatikan ketentuan yakni kebersihan dan menjual pangan sesuai ketentuan,” katanya.
Ratusan pangan kadaluarsa yang ditemukan pihaknya itu langsung dimusnahkan pelaku usaha di tempat.
“Jadi pelaku usaha harus memperhatikan pangan yang dijual agar tidak lagi ditemukan hal-hal yang dapat merugikan konsumen atau masyarakat. Untuk para konsumen juga harus memperhatikan batas waktu penjualan pangan khususnya mentega, saos dan mie instan,” anjurnya.
Dikatakan, pengawasan yang dilakukan pihaknya juga melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Kesehatan (Dinskes) Provinsi Maluku dan kota Ambon.
Bahkan BPOM Maluku, lanjut Sandra, telah mengimbau para pengusaha untuk tidak hanya menjual barang, namun harus memperhatikan kebersihan dan kenyamanan toko seperti membersihan debu pada kemasan pangan, penataan barang serta sirkulasi udara.
Jika dalam pengawasan berikutnya masih ditemukan adanya pedagang dan pengusaha yang menjual produk makanan yang tidak memenuhi ketentuan, ia mengancam akan memproses secara hukum.
“Jika, kesalahan ini masih saja terulang maka kami akan lakukan pembinaan sehingga ada efek jera,” tutupnya.
——————————————————-
Sabtu, 13 Juni 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Fotografer : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...