Jembatan Rusak Parah, Truk akan Dialihkan ke Lintas Tengah

Jembatan di Jalan Lintas Timur Sumatera Rusak Parah
CENDANANEWS(Lampung) – Pasca semakin besarnya lubang di tengah jembatan di Desa Ruguk Jalan Lintas Timur Desa Ruguk Kecamatan Ketapang Lampung Selatan sejak satu pekan lebih, kendaraan dengan bobot berat akan dilarang melintas.
Kepala Satuan lalu lintas Polres Lampung Selatan, AKP Mubiarto saat dikonfirmasi Cendananews.com mengungkapkan larangan tersebut dilakukan agar jembatan tersebut tidak putus akibat dilalui kendaraan berat. Bahkan Mubiarto mengungkapkan, mulai besok Selasa (2/6/2015) pihaknya sudah melarang kendaraan bertonase berat melintas di ruas jalan tersebut.
“Kita sudah sosialisasikan sebelumnya dan mulai besok kendaraan dengan tonase berat tidak kami perbolehkan untuk melintas mengingat beban jembatan tersebut sudah tak memungkinkan dilintasi,” ungkap AKP Mubiarto kepada Cendananews.com Senin (1/6/2015).
Selama ini Jalan Lintas Pantai Timur banyak dilintasi oleh kendaraan pengangkut batu, pasir dari arah Kabupaten Lampung Timur menuju Lampung Selatan. Pasir sedot dan batu dikirim ke dermaga khusus untuk kemudian dikirim ke Pulau Jawa menggunakan kapal tongkang, namun akibat pengangkutan dengan kendaraan berat mengakibatkan jalan serta jembatan rusak dengan cepat.
Keputusan pembatasan tersebut dilakukan untuk memberi kesempatan kepada petugas untuk melakukan perbaikan total di titik jembatan yang rusak tersebut. Sebagai langkah alternatif para pengendara akan dialihkan menggunakan lintas Tengah Sumatera dan akan diberi tanda peringatan.
“Di simpang lima akan diberi rambu peringatan dan petugas dari polisi lalulintas akan berjaga di simpang lima untuk mengalihkan arus kendaraan bertonase berat ke lintas tengah,” ungkap Mubiarto.
Selama proses tersebut Kasat Lantas Polres Lampung Selatan itu mengungkapkan akan berkoordinasi dengan petugas pemeliharaan jalan negara yang ada di Provinsi Lampung, agar dalam waktu dekat perbaikan jembatan berlubang tersebut bisa dilakukan.
——————————————————-
Senin, 1 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...