Kaum Ibu di Lampung Kreasikan Tumpeng Non Beras

Tumpeng non beras

LAMPUNG – Dalam upaya mengurangi pemakaian beras untuk konsums serta sebagai bahan pangan sehari hari masyarakat Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung mengkreasikan bahan pangan non beras menjadi sumber makanan yang lebih variatif. Kreasi kaum wanita yang dibuat dalam bentuk tumpeng tersebut dibuat oleh kaum wanita dengan menggunakan bahan tanpa memanfaatkan beras.
Salah satu wanita yang mengkreasikan bahan baku singkong sebagai bahan pangan yang dikreasikan dalam bentuk tumpeng, Lucia (35) mengungkapkan sebagian besar bahan tumpeng dibuat menggunakan bahan baku singkong dan bahan non beras.
“Bahan utama pembuatan tumpeng ini sebagian besar adalah ubi kayu atau singkong yang diolah menjadi bahan untuk tumpeng berbentuk kerucut,”ungkap Lucia kepada CND Senin (15/6/2015).
Menurut Lucia bahan tumpeng yang dibuatnya menghabiskan sebanyak 18 kilogram singkong yang dibuat menjadi tumpeng, kerupuk sebagai lauk pauk sementara pelengkap lainnya yakni sayur, urap yang merupakan sayur sayuran serta lauk pauk berupa ingkung ayam, serundeng.dari kelapa dan beberapa pelengkap lain dari palawija diantaranya kacang.
“Semua bahan didapat dari hasil kebun dan ini menjadi sarana belajar kaum ibu untuk memanfaatkan bahan makanan lain sehingga ketergantungan pada beras bisa dikurangi,”ujar Lucia.
Sementara itu tumpeng yang dibuat oleh kelompok wanita lainnya merupakan bahan olahan lainnya dari singkong yang dibuat menjadi gethuk. Gethuk dibuat dari singkong yang direbus atau dikukus kemudian ditumbuk hingga halus dan dicetak menjadi tumpeng dengan beberapa bentuk diantaranya piramida,Menara Siger serta bentuk bentuk lain yang dilengkapi dengan lauk pauk.
Kreasi lainnya berupa singkong olahan yang dibuat menjadi tiwul kemudian dibentuk menjadi tumpeng pun ditampilkan dalam lomba membuat tumpeng tersebut. Makanan tradisional dari bahan singkong tersebut ditampilkan bersama kreasi tumpeng lainnya yang sebagian besar merupakan hasil dari kebun warga.
Kreasi tumpeng para wanita yang sebagian besar menggunakan bahan baku tanpa beras tersebut ditampilkan dalam kegiatan lomba membuat tumpeng untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kecamatan Bakauheni ke-9.
Puluhan desa di salah satu Kecamatan termuda di Lampung Selatan menyemarakkan peringatan HUT ke-9 Kecamatan Bakauheni dengan mengikuti perlombaan pembuatan tumpeng kreasi non beras.
Sementara itu salah satu juri lomba tumpeng, Harsini (45) mengungkapkan tumpeng dengan bahan baku utama non beras merupakan salah satu upaya untuk membuat makanan olahan yang tak bergantung pada nasi atau beras.
“Program one day no rice atau hari tanpa beras merupakan program pemerintah serta untuk mengurangi konsumsi beras di masyarakat maka kita lombakan kreasi tumpeng dengan bahan baku non beras,”ungkap Harsini.
Penilaian lomba yang sebagian besar diikuti oleh seluruh kampung dan desa di Bakauheni tersebut  akan dilakukan oleh beberapa tim juri yang menilai komposisi bahan, keindahan bentuk, serta bahan bahan makanan yang digunakan. Harsini mengungkapkan bahan bahan dari kebun termasuk buah buahan lokal menjadi salah satu komponen penting untuk penyediaan bahan makanan pokok keluarga.
“Meski selama ini masyarakat belum bisa meninggalkan konsumsi beras namun
dengan adanya kreasi makanan non beras akan menjadikan ibu ibu bisa mengolah makanan yang ada di sekitar sebagai makanan pokok,”ungkap Harsini. 
Dari pantauan, para wanita tersebut membawa bahan bahan pembuatan tumpeng kemudian menyusun dan mengkreasikan bahan bahan yang dipersiapkan dari rumah dan membentuknya menjadi tumpeng di Menara Siger Bakauheni Lampung Selatan.

——————————————————-
Senin, 15 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...