Kelangkaan Stok dan Ruwetnya Distribusi Buat Harga Daging Naik

Pedagang daging sapi di PB. Anyar Sari
DENPASAR – Jelang Ramadhan, keadaan daging sapi berbanding terbalik dengan sayur-mayur. Belakangan ini daging sapi langka di pasar besar Anyar Sari. Hal ini menyebabkan kenaikan yang lumayan besar. Dari harga 70,000 rupiah sekarang sudah menyentuh harga 85,000 sampai 90,000 rupiah per kilogram.
Kelangkaan dan Kenaikan harga daging sapi ini ditengarai pedagang karena cara distribusi daging sapi yang tidak lazim. Peternak sapi Bali di daerah Bringkit lebih menjual sapi-sapi nya terlebih dahulu kepada pemborong-pemborong asal pulau jawa. Setelah itu, dari jawa barulah di jual kembali ke Bali.
Ibu Iluh pedagang daging sapi dan ayam potong yang cukup besar di pasar Anyar Sari kebingungan dengan cara distribusi daging sapi seperti itu.
“Kenapa harus dijual keluar Bali dulu jika akhirnya dijual lagi kesini?,” ujar iluh.
Para peternak sapi di Bali kabarnya tak kuasa menolak godaan pemborong luar pulau yang datang dengan membawa uang banyak. Keadaan yang sulit semakin membuat mereka terlena jika ada pemborong luar pulau datang membeli sapi.
Untuk daging ayam, harga cukup stabil 32,000 rupiah per ekor. Hal ini disebabkan pasokan para peternak ayam lokal yang begitu intens sehingga bisa menjaga keseimbangan harga.
“Peternak ayam potong lokal Bali terbesar ada di Tabanan. Jadi masih bisa diandalkan menjelang hari raya,” sambung iluh lagi kepada CND.
Pedagang ayam pasar besar anyar sari biasanya akan menolak dulu pasokan ayam potong dari luar pulau jika stok ayam potong peternak lokal Tabanan masih aman.
——————————————————-
Jumat, 12 Juni 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...