Kemarau Sebabkan Tanaman Jagung Petani di Lampung Kering

LAMPUNG – Kemarau yang melanda daerah lampung dalam satu bulan terakhir sudah menimbulkan kekhawatiran sebagian masyarakat di beberapa daerah di Kabupaten Lampung Selatan. Dampak tersebut secara langsung dialami oleh para petani jagung di Lampung Selatan yang mulai menanam jagung sekitar dua bulan lalu dan jagung sedang mengalami masa berbunga. Akibat kemarau bahkan daun daun jagung petani mengering dan layu akibat hujan yang lama tidak mengguyur Lampung Selatan.
Ancaman kemarau tersebut dirasakan para petani jagung di Kecamatan Kalianda, Kecamatan Penengahan, Kecamatan Ketapang  dan beberapa kecamatan lainnya. Akibat kemarau sebagian tanaman jagung petani mulai terlihat menguning dan mengering.
“Sudah satu minggu terakhir tanaman jagung menguning akibat kemarau dan bahkan beberapa sudah mengering daunnya akibat tak ada curah hujan,” ungkap Safit (35) salah satu petani jagung di Ketapang Lampung Selatan Kamis (25/6/2015).
Safit mengungkapkan tanaman jagung seluas satu hektar miliknya sebagian besar jauh dari sumber air sehingga tidak memiliki saran untuk pengairan. Akibatnya tanaman jagung yang seharusnya cocok untuk musim kemarau justru mulai kering karena sama sekali tidak mendapatkan pengairan.
“Tanaman jagung memang cocok untuk musim kemarau tapi karena sama sekali tak ada curah hujan dan sumber air tak ada maka justru banyak yang meranggas,”ungkap Safit.
Safit tidak sendiri, beberapa petani jagung pun mengalami hal serupa bahkan akibat kemarau yang cukup kering tersebut bagi tanaman beberapa petani membiarkan lahannya tidak ditanami jagung ataupun tanaman lain. Dari pantauan Cendananews.com lahan yang tak digarap tersebut justru menjadi tempat mencari rumput untuk pakan ternak.
“Daripada menghabiskan modal bibit, biaya operasional kami biarkan lahan tanpa ditanami karena perkiraan musim kemarau masih panjang saya juga tak punya sumur bor,”ujar Kamidi.
Petani lain yang memiliki sumur bor masih bisa melakukan pengairan terjadap tanaman jagung mereka terutama saat usia dua minggu dan juga saat tanamana jagung mereka sedang berbunga. Air yang dipompa dari sumur bor atau sungai tidak terlalu banyak dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman jagung namun para petani mengaku kemarau tahun ini lebih panas sehingga mengakibatkan tanaman jagung terhambat pertumbuhannya.

——————————————————-
KAMIS, 25 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...