Kerukunan Antar Umat Beragama Dari Maluku Untuk Indonesia

Menag RI Lukman Hakim Syaifudin
AMBON – Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifudin mengatakan, Provinsi Maluku merupakan daerah yang cepat bangkit dari konflik horizontal 1999. Hal tersebut yang mendasari Maluku dipilih menjadi tempat Seminar Kerukunan Umat Beragama, Rakor Kakanwil Kemenag Provinsi se Indonesia dan Launching Pesparawi XI tingkat Nasional 2015.
“Kerukunan umat beragama khususnya di Maluku dan Indonesia umumnya kedepan harus semakin baik demi mensejahterakan masyarakat,”katanya dalam memberikan kata sambutan dalam pembukaan seminar di gedung Islamic Senter Waihaong Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Senin (16/6/2015) Malam.
Disebutkan, memperkokoh kerukunan umat beragama di Indonesia itu penting. Harapannya, saat Pesparawi tingkar nasional ke XI yang akan berlangsung Oktober 2015 lebih meningkat dari sebelumnya.
“Umat beragama adalah modal. Meski masih mengalami kekurangan. Tanpa modal sosial ini, masyarakat tidak bisa melangsungkan pembangunan,” ujarnya.
Lanjutnya, misi kerukunan nasional adalah memperkokoh umat beragama dengan wawasan kebangsaan Indonesia.
Dikatakan, hanya kebersamaan yang dapat menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalah. Kerukunan antar umat beragama adalah tanggungjawab semua orang.
Menag mengatakan, upaya memperkokoh kerukunan harus berlangsung berkelanjutan. Karena potensi konflik bisa merenggangkan kerukunan umat beragama di Maluku khususnya dan Indonesia umumnya.
“Kemenag adalah rumah bersama menampung aspirasi seluruh masyarakat Indonesia. Karena telah diisyaratkan melalui ketentuan yang berlaku. Negara harus melindungi dan menjamin rakyatnya. Demi kepentingan kesejahteraan social,” tutupnya.
Tema kegiatan yang diusung adalah, membangun kesamaan persepsi, mantapkan toleransi dan perdamaian untuk mensukseskan Pesparawi XI tingkat Nasional dari Maluku untuk Indonesia.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Maluku, Fesal Musaad dalam sambutannya menyatakan sepenuhnya mendukung kerukunan umat beragama di Maluku. Dikatakan, pasca konflik 1999 kini kondisi di Maluku sudah harmonis dengan semangat budaya pela dan gandong.
“Kerukunan itu sangat indah untuk membangun Indonesia umumnya, dan khususnya Provinsi Maluku,” ujarnya.
Ketua Umum  Panita Pesparawi tingkat Nasional yang juga Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua mengatakan,  obsesi dari even Pesparawi itu menjadikan Maluku sebagai pusat pembinaan kerukunan umat beragama.
Rencananya kat Sahuburua, Pesparawi tingkat nasional akan dihadiri 6000 lebih peserta dari 34 Provinsi di Indonesia pada Oktober 2015. Even Pesparawi itu sekaligus dapat memperkenalkan budaya Maluku untuk pembangunan seluruh wilayah di Indonesia.
Selain itu, sebagai sarana peningkatan kualitas pendidikan untuk menjaga persaudaraan dan kebersamaan di Indonesia termasuk Maluku. Ia berharap, Pesparawi Oktober 2015 dibuka Presiden dan ditutup oleh Wapres Wapres Jusuf Kalla.
“Dukungan dari Menag juga sangat dibutuhkan untuk suksesnya Pesparawi. Karena even Pesparawi tingkat Nasional ini untuk Bangsa dan Negara,” ujarnya.
Tidak lupa Sahuburua juga mengucapkan selamat memasuki Bulan suci Ramadhan.
“Semoga puasa tahun ini dijalani basudara Umat Muslim se Maluku dan umat muslim se Indonesia sampai mendapatkan hari kemenangan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Maluku Said Assagaff menandaskan, agama hadir untuk membela nilai-nilai kemanusiaan yang tertindas oleh kekerasan.
“Tidak ada sejarah agama hadir menindas umat manusia. Agama sering dijadikan alat kekerasan. Tindakan ini telah menodai kesucian agama,” tegasnya.
Bobroknya moral bangsa saat ini, lanjut Assagaff maka diperlukan agama untuk menyelesaikan masalah ini.

——————————————————-
Selasa, 16 Juni 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Fotografer : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...