Kerusakan Terumbu Karang Gili Terawangan Sudah Menghawatirkan

Sejumlah wisatawan asing saat hendak meninggalkan Pelabuhan Bangsal Kabupaten Lombok Utara, usai berlibur ke tiga Gili Terawangan, Air dan Meno
CENDANANEWS (Mataram) – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Nusa Tenggara Barat (NTB), Mohammad Faozal mengatakan, keberadaan terumbu karang yang ada di dasar laut Gili Terawangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU)kondisi sudah sangat menghawatirkan dan banyak mengalami kerusakan.
Kerusakan tersebut tidak terlepas dari aktivitas penyebrangan yang selama ini berlansung dari Bali menuju Gili Terawangan dengan pass boad yang beroperasi keluar masuk Gili yang cukup banyak.
Diebutkan, Lalu lintas penyebrangan yang tinggi dari dan menuju Gili Terawangan dengan 24 boad dan kapasitas penumpang banyak mencapai 100 sampai 200 diduga menjadi pemicu terjadinya kerusakan terumbu karang di Gili Terwangan. 
“kerusakan tersebut diduga akibat gelombang keras yang ditimbulkan badan dan mesin boad” kata Faozal di Mataram, Selasa (2/5/2015) 
Dikatakannya, dari sisi konektivitas dan mobile wisatawan, rute penyebrangan dari Bali ke Gili Terawangan memang  tentu sangat menguntungkan, tapi dari sisi lingkungan pasti kita sangat dirugikan. Hasil kajian Badan Lingkungan Hidup (BLH) NTB, kerusakan terumbu karang di Gili Terawangan sudah mencapai 70 sampai 80 persen
Sehingga diprediksikan lima tahun kedepan terumbu karang di sana bisa punah, padahal salah satu alas an wisatawan datang berlibur ke sana karena tertarik dengan keindahan terumbu karang, kalau itu kemudian rusak, bisa tidak banyak nanti wisatawan yang mau datang.
“Sebagai langkah antisipatif dan solusi atas permasalahan tersebut, Pemda NTB terlah sedang membangun plabuhan di Teluk Nare, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) sebagai pelabuhan transit, wisatawan yang hendak menyebrang dari Bali tidak lansung ke Gili Terawangan,”katanya.
Selain itu kata Faozal, untuk memulihkan kembali terumbu karang yang sudah mengalami kerusakan, Pemda NTB akan melakukan pembudidayaan kembali dengan menggandeng para pegiat dan aktivis lingkungan, terutama yang bergerak dalam masalah terumbu karang.
——————————————————-
Selasa, 2 Juni 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Fotografer : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...