hut

Kesadaran Masyarakat Menentukan Suksesnya Kawasan Tanpa Rokok

Calon penumpang tetap merokok meski sudah dibuatkan tanda Kawasan Tanpa Rokok
CENDANANEWS (Denpasar) – Himbauan hingga Penindakan terhadap pelanggaran akan KTR (Kawasan Tanpa Rokok) gencar dilakukan Pemerintah Kota Denpasar di kawasan Publik, khususnya Terminal Bus. Perda Kota Denpasar No.7 Tahun 2013 terpampang di sudut-sudut atas Ruang tunggu Terminal Bus antar kota-antar Propinsi, Ubung Denpasar.
Ancaman Pidana kurungan tiga bulan serta denda sebesar lima puluh juta rupiah atas pelanggaran merupakan sebuah warning tegas. Namun sepertinya semua itu belum menjadikan keadaan lebih baik tanpa kesadaran pribadi dari masing-masing masyarakat.
Beberapa calon penumpang yang menunggu angkutan Bus antar propinsi seolah tidak mengindahkan Perda KTR tersebut. Mereka dengan santai dan asyiknya merokok sambil ngobrol di tengah anggota masyarakat lain yang tidak merokok.
Hendra, mengantarkan temannya menunggu Bus arah Jogjakarta. Saat ditanya kenapa merokok ditempat umum yang sudah dilarang dengan Peraturan Daerah hanya mengatakan bahwa ia tidak melihat tanda larangan tersebut.
“Lagipula banyak juga yang merokok disini,” ujar Hendra santai di Denpasar, Kamis (4/6/2015).
Dinas Perhubungan Terminal Ubung sudah menyediakan Tempat Khusus untuk merokok didepan kantor Dishub. Namun menurut pantauan kami, hanya sebagian kecil saja yang menggunakannya, yaitu petugas kebersihan terminal, petugas parkir, dan petugas lapangan Dishub Terminal Ubung yang sedang beristirahat makan siang atau minum kopi. Tidak ada anggota masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut.
Salah seorang Petugas lapangan Dishub Terminal Ubung berinisial INM mengatakan, sudah seringkali ia dan rekan-rekannya melakukan tugas sinergi dengan memberikan teguran secara persuasif, namun anehnya ia merasa semakin banyak saja pelanggaran terhadap hal yang sama.
“Mulut kami sudah berbusa menegur mereka, namun tetap saja saat kami lengah akan dilakukan kembali. Apakah harus kena kurungan atau denda dulu baru jera, itu kami tidak tahu juga,” urai Pria tegap yang menolak diambil foto dan ditulis nama lengkapnya kepada CND.
Masyarakat kita harus lebih perduli. Jika bisa perduli atau berempati, maka kesadaran akan muncul dengan sendirinya. Karena siapa lagi yang dapat memperbaiki lingkungan sekitar kita jika bukan diri kita sendiri.
——————————————————-
Kamis, 4 Juni 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!