Kesulitan Air Petani Hanya Bisa Tanam Padi Setahun Sekali

Kekeringan melanda areal persawahan
LAMPUNG – Kondisi cuaca di Lampung serta di daerah lain yang mengalami kekeringan berdampak langsung pada para petani. Bahkan Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Lampung Selatan termasuk daerah yang terancam kekeringan dan mengakibatkan beberapa wilayah tak bisa melakukan pertanian padi lahan basah.
Kesulitan air untuk pengairan lahan pertanian sawah tersebut diakui oleh warga Dusun Sumur Induk Desa Sumur Kecamatan Ketapang Lampung Selatan. Salah satu warga Nursiah (45) mengaku hanya bisa melakukan penanaman padi di sawahnya satu tahun sekali.
“Kami saat ini tak bisa menanam padi karena kondisi musim kemarau dan meskipun ada pompa air namun tetap tak bisa mencukupi kebutuhan air lahan sawah,”ungkap Nursiah saat ditemui di sawahnya oleh media CND, Selasa (23/6/2015).
Ia dan sang suami Komarudin (47) mengaku masa panen pada akhir bulan Mei lalu masih menggunakan pengairan air hujan dan air sumur pompa. Namun pada musim tanam bulan Juni selanjutnya tak lagi bisa menanam padi akibat minimnya sumber air dan juga musim kemarau.
“Kemungkinan musim kemarau masih akan lama sehingga sumber air tak cukup, kemungkinan kami akan menanam palawija sementara tidak menanam padi,”ungkap Nursiah.
Tanah di lahan sawahnya yang kering sebelumnya sempat dibajak namun karena kering ia dan suaminya kemungkinan besar akan menanam tanaman palawija jenis kacang hijau, kacang panjang serta tanaman sayur sayuran.
Sementara itu kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Lampung Selatan saat dikonfirmasi mengungkapkan untuk menghadapi musim kemarau petani diharapkan menggunakan sumber air yang ada sehingga lahan pertanian tak mengalami kekeringan.
“Pompa air menjadi salah satu caranya karena tidak semua tempat memiliki sumber pengairan sistem irigasi,”ungkapnya.
Ia juga berharap agar para petani bisa melakukan diversifikasi tanaman dengan tak hanya menanam tanaman padi melainkan menanam jenis tanaman lain yang memiliki ekonomi tinggi.
Dari pantauan CND puluhan hektar tanah petani sebagian ada yang masih bisa dialiri dengan air meskipun menggunakan mesin pompa dan mengambil air dari sungai sungai yang disalurkan dengan genset.
Sistem tersebut dilakukan untuk mengairi lahan sawah yang masih bisa ditanami padi meskipun penggunaan air lebih dihemat tak seperti saat musim penghujan. Tanaman yang sudah ditanam dipastikan terancam kekeringan jika tak didukung air hujan sehingga penggunaan mesin pompa diperlukan.
“Kita lebih berhemat dalam penggunaan air saat awal masa tanam kemudian menjelang masa berisi padi terpaksa kita ambilkan air dengan cara menyedot dari sungai atau sumur bor,”ungkap salah satu warga lain Solikin.
Solikin yang memiliki lahan sawah di dekat sungai mengaku masih bisa menanam padi meskipun harus mengeluarkan biaya ekstra dengan membeli bahan bakar untuk mesin pompa.

——————————————————-
SELASA, 23 Juni 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...