Ketimun Jepang Mulai Dibudidayakan oleh Petani Bali

DENPASAR – Ketimun yang merupakan bahan makanan penyegar atau pencuci mulut yang dulunya sulit didapat ini, sekarang menjamur di pasar-pasar tradisional pulau Bali. Dan Pasar Tabanan adalah salah satu pasar tradisional yang banyak menjual ketimun jepang.
Yang menggembirakan adalah, ketimun jepang yang beredar di Bali sekarang ini merupakan hasil budidaya petani-petani lokal pulau Bali. Harga Jualnya sangat bersaing, mulai 8,000 rupiah sampai dengan 10,000 rupiah per kilogram.
“Dengan harga jual 8,000 rupiah per kilogram saja para petani dan pedagang seperti saya sudah bisa mendapatkan laba yang lumayan,” ungkap Santi, pedagang sayuran di Pasar Tabanan kepada CND, Kamis (25/6/2015).
Daerah-daerah yang mulai membudidayakan ketimun jepang di Bali adalah Jembrana, Tabanan, Denpasar, dan Bangli. Pasokan para petani ketimun jepang di Bali merambah cepat ke seluruh pasar tradisional.
Masih memerlukan sedikit perbaikan dalam soal pembibitan, dikarenakan ketimun jepang hasil budidaya petani lokal Bali masih berbentuk kecil memanjang, bukannya besar memanjang seperti ketimun jepang pada umumnya.
“Mungkin bisa diperbaiki cara pembibitan dan teknik budidaya, namun sejauh ini cukup menggembirakan, karena Bali sudah bisa menghasilkan ketimun jepang sendiri,” sambung Santi.
——————————————————-
KAMIS, 25 Juni 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...